Mau jadi Psikolog yang Bagaimana ?


Akhir2 ini saya sering mengikuti perkembangan keilmuan praktisi @bidankita  .. Ya, psikologi adalah ilmu yang sangat fleksibel dan mudah ditemui dimana saja selama ada manusia yang masih hidup. @bidankita membuat tagline bahwa proses kelahiran adalah proses alamiah dan sangat dipengaruhi oleh kemampuan otak si ibu dalam mencerna problem di masa alam bawah sadarnya.. Yap, @bidankita menjadi salah satu bidan yang tersertifikasi menjadi pelatih dan pioneer hipnobirthing di Indonesia. Biaya ikut kelas onlinenya saja sktr 250-500Rb.. Kelas Hipnobirthing untuk tenaga kesehatan sekitar 4jutaan.. Ilmu Psikologi ternyata telah membantu ratusan ribu pasien ibu hamil yang mengikuti feednya.. Beliau pun menggunakan kecanggihan teknologi untuk membantu meluaskan keilmuannya.. ini Bidan lho 🙂
Masih ada kaitannya dengan hipnoterapi, bila kalian googling hipnotis solo, maka akan keluar satu nama yang buka praktek di area dekat kampus UMS.. Tarifnya  sekali menterapi ?.. Hmm tanyakan saja sendiri, pasti lebih dari tarif yang dipasang oleh psikolog di solo .. Manfaatnya ? Wew dirasakan oleh orang2 yang telah menggunakan jasanya.. Latar belakangnya, jelas non psikologi lah.. Puluhan orang telah belajar tentang hipnoterapi kepadanya dalam sehari dua hari, dan siap menerima klien bukak praktek lhoh..
Lain lagi dengan komunitas Indonesia NLP Soceity yang didirikan oleh mas Teddi Prasetya, di dalamnya berkumpul orang2 yang tekun belajar mengenai NLP dan telah dipraktekkan di kehidupan sehari2.. Latar belakang orang2nya ? Hmm, jangan dikira dari psikologi.. Sebagian besar malah non psikologi..
Ada lagi, yang beberapa tahun terakhir dianggap sebagai pseudoscience.. Konsep STIFIn yang dikembangkan oleh Muslim Indonesia asal Madura.. Praktisi MSDM yang mengembangkan ilmu ini sehingga dapat diaplikasikan ke berbagai bidang, parenting, learning, healthy, bisnis, bahkan soal perjodohan pun dibahas dengan konsep ini. Pegiatnya, sebagian besar non psikologi.
Eh, begitu pula dengan pegiat2 outbound atau experiential learning, sebagian besar pun juga berasal dari non psikologi.
Buku2 MSDM, rerata ditulis bukan oleh psikolog, tetapi oleh orang manajemen dan praktisi MSDM.. Lalu, kemana psikolog-psikolog Industri kita.. ? Industri pemasar kreatif kini dipenuhi pula dengan orang2 yang concern di untuk segera praktek dan praktek, sembari mengupdate keilmuan mereka..
Kritikan ke dalam ini, membuat saya semakin hari semakin berpikir bahwa, ketika saya memutuskan melanjutkan studi profesi, lalu, hal apa saja yang sudah saya praktekkan dan membawa manfaat untuk banyak orang. Jangan2, keilmuan saya kepentog gegara hanya untuk diri saya saja, merasa diri lebih hebat karena mengambil profesi psikologi tetapi masih terhitung dengan jari berapa orang yang pernah 'ditolong' (baca: dikonselingi) dan merasakan manfaatnya.. Mulailah fokus, memberdayakan diri sendiri, dan prakteklah setiap hari..
Ah masih banyak lagi aplikasi psikologi dalam kehidupan ini.. Yang jelas, yang mempraktekkan justru bukan lulusan psikolog.
Knowledge is power, practice makes perfect.. Selalu imbangi keilmuan teoritis kita dan praktekkanlah dalam kehidupan sehari2. Mulailah kuasai satu hal khusus yang akan menjadi citra diri, mulailah promosikan diri kita agar ketika lulus, kita sudah punya 'nama'. KAMPUS hanya sekedar legalitas formal.. Legalitas informal akan kita dapatkan dari orang2 yang telah menggunakan jasa kita.. Ilmunya muter aja kok, belajar teori, praktekkan, kemudian teorikan kembali menjadi sesuatu yang lebih update.. 😍
.
.
Selamat hari Jumat.. Semoga keberkahan Jumat menyertai kita semua.. Aamiin.

Khotimatun Na'imah
IG @panggilsajakhotim
Personality Profiler
NB : beberapa disebutkan mereknya bukan indikasi endorsement, hanya sebagai kritikan untuk diri saya pribadi.. 🤗

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sifat Negatif itu Masih Diperlukan

Primbon Jawa

Anak-anakku, Dunia Mainmu adalah Bersamaku