Masih ada Bentakan

Duh, ketika selepas Magrib, setelah rutinitas mengaji yang telah kami bina, kami pun gojekan alias bercandaan. Dan, gara-gara aku mbalesin pesan di hape, aku pun lalai dengan anak-anak. Bapaknya yang tiduran di kasur atas, juga tidak begitu memperhatikan anak-anak.
Kejadian yang terjadi adalah, Azzam berusaha membangunkan adiknya agar duduk ketika makan, tapi dengan memelintir kepalanya. Sontak, aku teriak dan Azzam pun kaget, dengan mbrebes mili sambil ngglendot di pangkuanku. Segera aku minta maaf padanya dan menjelaskan bahwa ibu ngebentak suara agak keras karena ibu takut, maksud kakak baik, tapi caranya belum bener...
Kakak mau membangunkan adik agar mau duduk kalau makan, nah, tadi kakak pegang lehernya, itu kalau adik sakit, coba kalau kakak digituin... Hmmm
Dia masih agak terisak, dan meringsut ke bantalnya. Ku peluk dia, tapi dia enggan, berusaha menarik diri dariku. Ya sudah, kubiarkan dia tenang sendiri dulu.. Eh, bener, tak berapa lama, dia pun gojek lagi dengan adiknya.
Astaghfirullaahal'adziim

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sifat Negatif itu Masih Diperlukan

Anak-anakku, Dunia Mainmu adalah Bersamaku

Primbon Jawa