Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2017

Anak-anakku, Dunia Mainmu adalah Bersamaku

Gambar
Anakku tiga. Anak pertama dan kedua kembar, laki-laki semua dan kini usianya 8 tahun. Sungguh, aku menyesal telah melewatkan masa-masa emas mereka dulu. Masa-masa bermain mereka kupergunakan untuk bekerja sebagai tenaga pengajar di sebuah perguruan tinggi swasta di kota Sukoharjo. Semenjak mereka masuk ke TK B, aku memutuskan resign dari pekerjaan untuk menyiapkan mereka memasuki dunia Sekolah Dasar. Sengaja, aku memilihkan Sekolah Dasar yang mampu mengakomodir hal-hal yang terlewat di masa perkembangannya dulu, yaitu bermain. Miris ketika melihat bahan belajar di SD yang sudah 'memaksa' anak untuk belajar banyak hal. Huhu. Alhamdulillaahnya, ku menemukan Sekolah Alam Bengawan Solo, yang child-friendly meskipun berada di pinggir sungai, tapi masih ada lahan yang memisahkan sekolah dengan sungainya dan pemiliknya pun ada di situ, sekaligus dompet-friendly. Hehe. Gimana enggak meringankan dompet, sekolah ini menarik biaya yang sangat hemat untuk ukuran sekolah swasta di tempatku…

Memaafkan..

Luka batin, dendam,kecewa, kemarahan atas apa yang telah terjadi di masa lampau, membuatku menjadi terhambat untuk maju. Kata seorang guru. Maafkan. Gampang diucapkan tetapi butuh energi yang luarrrr biasa. Ya karena biasanya menganggap sesuatu langsung diadaptasi sebagai keegoisan. Ya, aku pokoke seng paling bener. Hmm,kalau udah gitu selesailah sudah semua urusan. Tapi,rasa itu terus terbawa tanpa terselesaikan lebih dulu.  Sehatkah ini? Tidak. Secara psikis,hal ini akan masuk ke dalam alam ketidaksadaran,dan secara otomatis akan membuat tubuh kita jadi melemah dengan sendirinya. Maafkan. Gampang diucapkan,tapi perjuangannya,weww,berdarah-darah. Maafkan. Memaafkan itu berarti bahwa diri ini pernah mengalami kejadian buruk,menyadari itu telah terjadi pada diri,menyadari bahwa itu sudah tidak dapat diulang, tidak dapat diubah lagi, dan yang bisa dilakukan adalah mengubah kondisi masa kini untuk masa depan yang lebih menentramkan.  Maafkan. Tema itu yang muncul ketika dunia ini mulai cha…