Menjadi Ibu, Profesi Seumur Hidup

Bersyukurnya saya, dipilih oleh Allah untuk menjadi ibu dari tiga orang anak yang luar biasa aktifnya. Merekalah sumber belajar saya untuk bisa menjadi lebih baik. Hal-hal buruk yang terjadi pada diri mereka,merupakan representasi dari  kelakuan ayah ibunya. Seperti malam tadi. Si kecil terbangun dan terlihat menggigil. kupegang dahinya, demam. Memohon ampun pada Allah atas kelalaian dari menjaga anak-anak. Akhir-akhir ini memang kehidupan agak terburu-buru.Sangat terburu-buru malah.seolah khawatir tidak terkejar. Hmmm.., Sifat menunda-nunda ini harus segera terhapuskan. Segera menyusun to list harian, mingguan yang sesuai dengan prioritas dan visi misi kehidupan. Kadang rasanya ingin melambaikan tangan. Kadang,merasa seperti wonder women yang bisa mengerjakan banyak hal dalam satu waktu. 
Si kembar pun juga terbatuk-batuk. Kecapekan dan minum es hanyalah faktorpemicu. Namun,kedalaman hati dan perasaan ibulah yang membuat mereka jadi rentan. Baiklah,wahai ibu,mari rileks sejenak. Perbaiki kualitas komunikasi dengan pasangan. Sampaikan kelelhanmu dengan cara yang santun. Lepaskan emosimu dengan gaya yang salihah. Ehem... 

inhale.... exhale.... inhale ... exhale...

Be Happy^_^

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sifat Negatif itu Masih Diperlukan

Primbon Jawa

Anak-anakku, Dunia Mainmu adalah Bersamaku