Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2017

Nice Home Work #5

Learn how to learn..
Parah ni, untuk NHW#5 bisa sampe telat kayak gini mostingnya.. Bener2 deh untuk soal manajemen waktu perlu pembenahan total. Ibarat sudah jadi bos, mungkin tangan dan otak juga perlu asisten. Hehehe.
Materi kali ini tentang desain pembelajaran. Desain yang kuterapkan dalam kehidupan dan untuk belajar ilmu yang ditekuni,
→ Belajar sedikit teori, praktekkan minimal 10 kali.
→ Minta mentor untuk memberi review atas hasil kerja
→ Bentuk kelompok kecil mastermind untuk ilmu yg ditekuni
→ Ulang, ulang dan ulang sampai dikuasai betul, lalu naik ke level berikutnya
→ Imbangi dengan olahraga dan istirahat serta konsumsi makanan sehat nan bergizi
→ Jika stres mulai muncul, relaks

Lets start the new day..
be happy ^_^

Nice Home Work #4 Mendidik dengan Fitrah

Sungguh panjang dan lebar untuk NHW#4 kali ini, betapa tidak? Kita diminta untuk mereview dan mengulas ulang kembali tugas-tugas sebelumnya. Wow, saya ngebayangin gimana proses belajarnya bu Septi sebagai foundernya IIP. Pastilah beliau mengerjakan dengan sangat luar biasa juga. Hmm, jadi orang hebat dan naik kelas itu butuh perjuangan. Yess, singsingkan lengan baju. Mari kerjakan :)
NHW#1 bisa dicek di  NHW#1: Ya, saya masih tetap ingin melanjutkan cita-cita di jurusan yang berkaitan dengan Keuangan. Jurusan ini membuat saya sangat bergairah menjalani kehidupan. Biarlah kata orang Saya matre, tetapi dari kematrean itu saya mampu mengukur diri saya untuk dapat berbuat lebih banyak untuk diri, keluarga dan masyarakat. Bangun mesjid, butuh dana, bangun pesantren atau panti asuhan juga butuh dana. Hmmm, jadi bisa memahami kan kematrean saya ini kenapa? :D
NHW#2:  checklist harian masih kurang DISIPLIN. Hmmm, Memantaskan diri untuk mendapatkan yang lebih baik. Tekad tekad tekad, lakukan.
NHW…

NIce Home Work (3)

Membangun Peradaban dari Rumah. Lagi-lagi, tugas dari kuliah Matrikulasi IIP ini bikin ketir di lidah. Hehehe. Meski belum memberikan surat cintaku untuk ayahnya anak-anak, tapi hanya dengan menuliskannya itu sudah membuatku sedikit lega, tentang perasaan yang ada. halah. Oke,sambil menunggu respon suami,karena ia sudah berangkat kerja sejak setelah subuh tadi. Sedikit cuplikan dari surat berupa puisi yang kutau dari tahun 2005,jauh sebelum mengenal suami. Puisi ini menginspirasi tentang sosok suami idaman kala itu. 

       I do not love you as if you were salt-rose, or topaz,
       or the arrow of carnations the fire shoots off.
I love you as certain dark things are to be loved,
in secret, between the shadow and the soul. I love you as the plant that never blooms
but carries in itself the light of hidden flowers;
thanks to your love a certain solid fragrance,
risen from the earth, lives darkly in my body. I love you without knowing how, or when, or from where.
I love you straightforwardly,…

Menjadi Ibu, Profesi Seumur Hidup

Bersyukurnya saya, dipilih oleh Allah untuk menjadi ibu dari tiga orang anak yang luar biasa aktifnya. Merekalah sumber belajar saya untuk bisa menjadi lebih baik. Hal-hal buruk yang terjadi pada diri mereka,merupakan representasi dari  kelakuan ayah ibunya. Seperti malam tadi. Si kecil terbangun dan terlihat menggigil. kupegang dahinya, demam. Memohon ampun pada Allah atas kelalaian dari menjaga anak-anak. Akhir-akhir ini memang kehidupan agak terburu-buru.Sangat terburu-buru malah.seolah khawatir tidak terkejar. Hmmm.., Sifat menunda-nunda ini harus segera terhapuskan. Segera menyusun to list harian, mingguan yang sesuai dengan prioritas dan visi misi kehidupan. Kadang rasanya ingin melambaikan tangan. Kadang,merasa seperti wonder women yang bisa mengerjakan banyak hal dalam satu waktu.  Si kembar pun juga terbatuk-batuk. Kecapekan dan minum es hanyalah faktorpemicu. Namun,kedalaman hati dan perasaan ibulah yang membuat mereka jadi rentan. Baiklah,wahai ibu,mari rileks sejenak. Perba…

NICE HOME WORK (2)

Materi ke #2 IIP (Institut ibu profesional) ini adalah indikator seorang ibu yang profesional. Baiklah,mencoba untuk membuat indikator bagi diri sendiri. a. Sebagai individu, saya mampu untuk menegakkan syariat agama Islam dengan sebaik-baiknya. Sholat di awal waktu dengan diawali sholat sunnah Rawatib dan diakhiri dengan shalat Sunnah Rawatib pula. Saya tekun menjalaninya, dengan disertai shalat Dhuha, dan tahajud setiap harinya.Saya mampu menyelesaikan bacaan Qur'an minimal 1/2 juz setiap hari.Saya mampu menjalani puasa sunnah minimal 1 hari dalam 1 minggu.Saya mampu membaca terjemahan al qur'an minimal 1 lembar setiap harinya.Saya mampu bersedekah setiap hariSaya mampu menyelesaikan pekerjaanyang berkaitan dengan karir saya tepat waktu, tanpa mengurangi waktu bersama keluarga.b. Sebagai istri, saya mampu untuk menyediakan keperluan suami saya dengan sebaik-baiknya. Sedia teh dan camilan setiap pagi, jemuran dan setrikaan bisa selesai kala suami dan anak-anak masih tidur. c. Se…