Batu Akik itu ...

Semua orang heboh ngobrin soal batu akik. Eh,gak semua juga ding, sebagian.. hoho.. Batu Akik yang nama komersilnya disebut sebagai batu mulia,menjadi magnet rezeki tersendiri bagi sebagian orang. Ditemukan dengan cara harus menggali ke dalam tanah dengan berbagai upaya dan daya. Yang terpilih mahal harganya pun bukan sembarang batu,karena ada kriteria-kriteria yang telah ditetapkan.
Nah,akhir-akhir ini pun kasus prostitusi banyak yang terkuak di media. Yang awalnya hanya mengejar nafsu belaka, lama kelamaan mulai dimanfaatkan untuk mendapatkan penghasilan lebih demi citra dan gaya hidup serba berlebih. Bukan lagi untuk sekedar mencukupi kebutuhan makan harian. Apalagi wacana yang berkebalikan antara Ahok dan Bu Risma. Yang satu minta lokalisasi, satunya harua ditutup.
Well, diibaratkan batu akik tadi.. Kira-kira,kita ingin menghargai tubuh kita dengan segala isi implisit dan eksplisitnya dengan cara yang bagaimana? 80 juta kah pertiga jam? Atau gratisan?
Meningkatkan kemampuan yang dimiliki setiap harinya, tentu saja akan meningkatkan pula kualitas kehidupan kita. Alangkah lebih eloknya,jika harga dari diri kita adalah seberapa besar manfaat yang bisa kita berikan untuk keluarga,lingkungan masyarakat dan lebih besar lagi kepada bangsa kita. Tentu saja dengan karya dan hal-hal positif yang tidak mencemarkan nama kita hanya karena ingin dikenal super wah.

So, pilihan ada di dalam diri kita sendiri, mau 'menggosok' dengan cara bagaimana, itulah harga yang pantas yang kita terima,baik di dunia,maupun di akherat kelak. Itupun kalau percaya ada akherat :D

Salam Happi 😃
@aclimber

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sifat Negatif itu Masih Diperlukan

Anak-anakku, Dunia Mainmu adalah Bersamaku

Primbon Jawa