Syawwal

Istiqomah, meningkat. Itu yang seharusnya terjadi setelah Ramadhan. Sesuatu hal yang sudah terlatih di bulan Ramadhan. Puasa, Sholat, sedekah, dan segala aktivitas kebaikan yang terjadi secara terus menerus di bulan suci itu. Kecuali bagi orang-orang yang selama bulan Ramadhan, memenuhi waktunya dengan tidur sepanjang hari dan begadang tak ada arti sepanjang malamnya dengan dalih menunggu sahur. Ya, memang hanya Allah saja yang berhak untuk memberikan penilaian atas segala sesuatu aktivitas yang dikerjakan oleh hambaNya. Tetapi, tidaklah mungkin seorang guru yang akan memberi evaluasi akhir kepada muridnya, tidak memberikan kisi-kisi ujian bukan?

Begitupula dengan Allah, Ia telah beri kisi-kisi ujian kepada kita melalui al Qur'an dan SunnahNya. Dari kisi-kisi itu kita ketahui bagaimana orang yang mendapat nilai baik untuk kelakukannya ataupun nilai buruk untuknya. Begitulah, dan sungguh menyenangkan bila kita bisa memenuhi kisi-kisi yang menghasilkan nilai baik di mata Allah. Derajat ketaqwaan tertinggi yang menunjukkan indikator nilai yang baik, melakukan apa yang diperintahakanNya dan menjauhi segala apa yang dilarangNya.  

Jika Allah perintahkan berjilbab sesuai al Qur'an, dan patuhi tanpa tapi dan nanti... itulah indikator taqwa..
Jika Allah perintahkan untuk mendirikan sholat lima waktu, dan laksanakan itu... indikator taqwa juga..
Jika Allah mengharamkan riba, dan orang-orang tiada tergiur dengan riba.. indikator taqwa ...
Jika Allah mengingikan kita untuk jujur, berbuat baik, bersedekah, dan jalani itu semua.. maka taqwapun diperoleh...

Jika apa-apa yang tersampai dalam al Qur'an kita imani dan kita jalani.. Itulah taqwa.. Dan bulan Syawwal ini adalah pembuktian bahwa kita benar-benar telah memenuhi indikator-indikator taqwa yang ada dalam al Qur'an. Tiada perlu bermewah-mewahan dalam menghadapi hari raya. Yang menjadi tanda tanya adalah, apakah saat hari raya, kita tetap mengimani Qur'an? Apakah sewaktu hari raya, kita menjalani apa-apa yang telah tersampai di al Qur'an? Atau malah sebaliknya? 

Just keep it in your mind and your heart.

Make your own happiness :)
@aclimber

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sifat Negatif itu Masih Diperlukan

Anak-anakku, Dunia Mainmu adalah Bersamaku

Primbon Jawa