Preman juga Manusia

Beberapa hari terakhir ini lebih sering berkomunikasi dengan seorang mantan preman yang mungkin sampai sekarang masih berjiwa preman. Aku jadi lebih memahami bagaimana kerasnya juga perjuangan hidup mereka. Hei, mereka sebenarnya juga menginginkan kehidupan normal dengan pendapatan yang halal lho.. 

Aku jadi lebih memahami kenapa mereka harus melakukan tindakan-tindakan kekerasan atau penipuan atau perampokan atau penjambretan, bahkan pembunuhan sekalipun. Bukan, bukan karena mereka menginginkan segala akibat dari perbuatan itu, tetapi lebih karena dorongan ekonomi dan faktor pribadi karena pengalaman yang kurang menyenangkan di masa lalu mereka.

Ya, dan akupun mendapat hikmah dari pertobatan orang ini. Ia sungguh sangat mencintai anaknya. Meleleh deh pokoknya..

Well, dont judge the book by its cover yaa...

@aclimber

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Primbon Jawa

Anak-anakku, Dunia Mainmu adalah Bersamaku

Sifat Negatif itu Masih Diperlukan