Bijak Ber'uang'

Akhir-akhir ini sering merasa bahwa diri ini mera kaya.. ceileh.. betapa tidak, menjadi orang yang tetap berpenghasilan itu ternyata sangat menyenangkan. Berfluktuasi terhadap hati, ego dan kebutuhan-kebutuhan. 
Ada seorang ibu dengan lima orang anak dengan suami yang sedang dipenjara, merasakan pahit getirnya bagaimana dalam pencarian nafkahnya hingga harus berjualan sabu-sabu. Ada juga seorang remaja yang dengan sangat mudahnya menghabiskan 25 juta dalam dua bulan, untuk beli barang-barang dan ongkos gaulnya. eh, menemui lagi, eksekutif muda yang dengan sangat gampangnya pindah-pindah kerja dengan sallary yang lebih tinggi.
Hukum alam tidak pernah salah. Ada roda yang terus berputar. Soal bagaimana asal usul uang itu diperoleh, soal bagaimana pembelanjaannya, soal bagaimana pengaturannya itu menjadi suatu siklus kehidupan yang tidak akan terlepas dari siapa saja yang masih membutuhkan keberadaan uang. Benar, uang memang bukan segala-galanya, tetapi dengan uang. kita pun dapat memperoleh apa yang kita inginkan.
Nah, mengelola diri terhadap kebutuhan dan keinginan menjadi suatu hal yang wajib dikuasai oleh setiap individu. Jangan sampai, ketika tiada lagi orang yang bersama kita, kita tidak mampu membuat diri kita berdiri dengan tegak.
Bijak ber'uang' adalah menunda apa yang menjadi keinginan kita di masa sekarang untuk kebutuhan yang mendesak di masa mendatang.

Salam Happi :)
@aclimber 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sifat Negatif itu Masih Diperlukan

Anak-anakku, Dunia Mainmu adalah Bersamaku

Primbon Jawa