Teori Kepribadian Sesungguhnya

Mempelajari teori kepribadian, tak ubahnya kita sedang mengubek-ubek tentang diri kita sendiri. Betul sekali, di dunia psikologi banyak sekali teori-teori yang menyebutkan tentang siapa sejatinya manusia itu. Mulai dari teorinya al Kindi, al Ghazali, hingga tokoh-tokoh seperti Freud, Skinner, Pavlov, Maslow, dan Suryomentaram. Mempelajari teori-teori kepribadian yang berasal dari ajaran agama, juga cukup menarik lho, saya malah belajar banyak dari mahasiswa saya di kelas kepribadian. Mereka memberi penjelasan-penjelasan mengenai apa yang mereka dapatkan dengan penugasan dari saya. Hasilnya, WOW, luar biasa.
Iseng-iseng saya searching dengan teori kepribadian PRIMBON. Nah, iseng-iseng juga saya masukin tanggal lahir saya ke sebuah situs primbon tersebut. Hasilnya, hmmm, 85% sesuai dengan kondisi saya sekarang, dan uniknya lagi ni, hasil primbon itupun juga mirip dengan hasil tes STIFIn saya (mengenai ini akan saya tulis di kesempatan berikutnya). 

Mungkinkah, penemu ilmu primbon itu sudah mempelajari ribuan bahkan jutaan manusia dan kemudian mengkompilasinya menjadi suatu rumus yang unik? Mungkinkah, ilmu STIFIn yang ada sebenarnya juga hanya mengungkap sejarah leluhur kita? Mungkinkah leluhur kita itu sebenarnya memiliki ilmu teknologi yang linuwih dibanding dengan jaman sekarang?

Well, membaca tugas individu mahasiswa saya, yang saya minta untuk mendeskripsikan tentang diri mereka, membuat saya semakin merenungi, Allah memberikan kita begitu banyak ilmu pengetahuan, dan tanpa kita sadari, pengetahuan terbesar itu ternyata ada di dalam diri kita sendiri.
Maka, tepatlah ... Man 'arafa nafsahu, 'arafa rabbahu :)

Great Processing :D
@aclimber 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sifat Negatif itu Masih Diperlukan

Primbon Jawa

Anak-anakku, Dunia Mainmu adalah Bersamaku