Liburan Hore-hore, Oke-oke

Hore, kembali lagi dengan kisah lalu, 

Enam mahasiswa yang belum disebutkan adalah Ian Fatah alias Ian pemilik account twitter @ianfatah (angkt 2010 eh entahlah), Muhammad Bakhtiar Aziz (kalo gak kliru yee, angkt 2010 kalo gak salah juga) alias Azis kecil (soalnya ada beberapa nama azis di fakultas :P) yang tidak memiliki account twitter sehingga sulit dimensien, Faisal Abdurrahman alias ical dengan account twitter @faisalharits merupakan pengikut kuliah teori kepribadian semester ini,  Panji Prasetya alias panji dengan account twitter @oinkpanji, semester lalu ngikut kuliah konseling, pemilik account twitter @haryosusilo pun tak luput ikut serta dalam pesta keforensikan ini, ia tak lain adalah pejabat divisi Litbang unit Teater Lugu, sekaligus pecinta seni dan berdarah seni. Terakhir yang disebutkan adalah ilmuwan muda dari wilayah Sukoharjo juga, pemilik account twitter @riza_izmud, yang senantiasa heboh karena pertanyaan-pertanyaan kritisnya yang selalu berakhir dengan retorika semata *hadeh... Adanya mereka semakin menambah heboh suasana. Bersyukur sekali, aku dipertemukan dengan jiwa-jiwa muda yang penuh dengan semangat belajar.. Eitss, eike juga masih muda kok :D

Nah, rombongan keberangkatan terbagi dalam 3 kloter, kloter pertama berangkat di hari Rabu, 26 Februari 2014, digawangi oleh mas Adi dengan 8 personel lain menggunakan armada Kereta api jurusan Banyuwangi dengan tiket 95 rb perkepala. Berangkat dari stasiun jebres pukul 09.00, kata mereka sih banyak hebohnya, dengan terlambatnya Riza karena salah datang ke stasiun Balapan.. :D Sampai di Stasiun Banyuwangi, mereka berjalan ke pelabuhan. Nah, di sini kudu hati-hati saat memilih armada bus, banyak preman dan para kondektur sangat memaksa dengan tarif yang harus ditawar. Mereka dapat tarif 50ribu perorang. Merekapun sampai di terminal Ubung pukul 05.00 di hari Kamis, 27 Februari 2014. Sampai di Ubung, mereka menunggu jemputan dari jasa rental mobil yang telah diorder sebelumnya oleh orangtua Ifah.. Uyee, dapat sponsor ni... kloter kedua beranggotakan tiga orang personel, Faisal, Panji dan Haryo. Mereka berangkat dari Bandara Jogja menggunakan pesawat Air Asia, tarif sekitar 400ribuan. Mereka berangkat pukul 06.00. Nah, selang satu jam kemudian, kloter terakhir alias diri ini dan Rhesa berangkat pas habis Subuh ke Bandara Jogja juga, pesawat kami pukul 07.25 by Lion Air, dengan tarif 400ribuan juga. Kloter pertama langsung menuju penginapan, beristirahat sejenak, kemudian empat orang melanjutkan perjalanan untuk pengambilan data proyek penelitian Center for Islamic and Indigenous Psychology di desa muslim di Bali, Kepaon dan Candikuning dan berlanjut ke Sanur Beach, empat lainnya istirahat di penginapan. Kloter kedua langsung menuju ke kos temennya Faisal di Denpasar, dan gak tau gimana ceritanya. Kloter ketiga berupaya mencari taksi semurah mungkin hingga harus jalan kaki keluar bandara. Finally, dapatlah taksi Blue bird Group yang mengantar kami ke penginapan dengan tarif lebih murah 20 ribu :D. Tarif taksi dari Bandara ke Ubung 100rb cinttt... 
Sesampai di penginapan, kami -aku dan Rhesa- beristirahat dengan empat orang yang ternyata tepar juga di kamar masing-masing. Waa, aku pun melanjutkan proyek penulisan paper dan presentasi sebelum akhirnya tenggelam di kasur Adiguna.

Kisah selanjutnya, biarkan foto bicara... 

Tempat kami menginap, permalam 100rb, bisa untuk 4 orang perkamarnya :D

Liburan sore hari, Day1 Kamis 27 februari 2014, Sewa Motor per24jam 50rb, Go to Kuta beach by GPS
Mbonceng Din, perlu 2 kali muter tol gegara salah belok :D
Ini baru liburan, setelah hampir 4 tahun tidak menginjak pasir pantai :)

Embedded image permalink 
Rhesa-Din-Ian-Azis-Lia-Farkhan, seusai bermain air.. uyeeee
 Makan malam di warung muslim aneka penyetan, tetep pilihannya pada lele penyet,10ribu/porsi. Jauh-jauh mpe Bali menunya pecel lele lagi :D Just be careful dengan banyaknya resto non muslim yang diragukan kehalalannya :)
Then, balik penginapan pukul 08.30 WITA, mandi, prepare buat esok hari dan... tidurrrrr... Zzzzz
Day#2

Here we go... dengan tarian pembuka, auditnya full cintt...

Pembicara utama, Lies Sulistiani dari LPSK, Bu Prof Yusti sebagai moderator, Amin Syufangat Kabag Psikologi Polri, dan Prof Marcus Guru Besar Hukum UGM

Ni kayaknya kumpulan senior-senior HIMPSI :D

Embedded image permalink
Kayaknya ini belum full team deh :D

Embedded image permalink
Sempetin foto dengan mentor lama, pak Yoyok :D makasih Panji udah dijepretin... 
Ada yang unik di sesi presentasi paralel, whuaaa lampu mati, walhasil, kita semua gak menampilkan power point yang udah dibuat sebagus mungkin. Di kelasku, pak Supri sang moderator, bela-belain buat megangin laptop pas presentasiku dan diarahkan ke audiens, "wah, ini bagus banget, sayang kalo tidak dilihatkan"..
Embedded image permalink 
My session, session Rhesa-Ifah dan Diandra-Farkhan-Lia ada di kamera lain
Embedded image permalink 
Ayun featuring Adi 
dan sorenya kita pulang ke penginapan masing-masing, tetep terbagi tiga kloter, kloter pertama naik mobil meluncur ke krisna toko oleh-oleh lalu entah kemana, kloter kedua diriku yang dijemput oleh kawan lama yang sudah 9 taun gak ketemu (yang ini ceritanya buat besoook, nunggu foto kiriman) juga ke Krisna dulu, dan kloter ketiga pulang ke Denpasar dan gak tau ceritanya juga. Akhirnya, kloter kedua makan malam ditraktir sama temenku itu di rumah makan Padang, kloter pertama katanya makan di warung maduranan, kloter ketiga kayaknya mampir penginapan malamnya, sambil komen-komenan liat indo idol, dan tepat pukul 00.00 WITA, akupun terlelap...  :D

Day #3
Workshop Session. Ada 3 kelas: Asesmen, Viktimologi, Pendampingan anak dan perempuan
aku, Faisal dan Haryo ikutan workshop penyusunan asesmen dalam psi forensik yang dipandu oleh Prof Yusti dan pak Urip. Rhesa ikutan Viktimologi dan model layanan psikologis Perlindungan Saksi dan Korban yang dipandu oleh Bu Reni dan Bu Vitria dari Kusumowardhani, sedang Riza dan Panji ikutan Pendampingan psikologis pada kasus anak dan perempuan yang dipandu oleh Bu Kristi Purwandari dan Triwijati. Sedang yang tidak disebutkan katanya sih, halan-halan ke Bedugul dan entah kemana lagi... :/

wearing Pashmina dari Bune Rini Kanawida, batik warna alam, salah satu pashmina favorit :)

Foto-foto ini dari kamera ponselku, jadi yang di kelas lain belum ada kiriman :D


Prof. Yusti dan pak Urip sebagai fasilitator plus administrator

Sibuk merekap hasil item-item, yang kemudian terkumpullah menjadi inventory psikopat. Diujikan ke peserta hasilnya 70% valid euy.. Ada 2 kemungkinan, memang penyusun itemnya sudah bagus atau memang mengukur subjek yang sebenarnya... Nah lho... :D

Finally, selesai pukul 16.30 WITA

Embedded image permalink
 Prof Yusti is one of my role model as psychologist... With Haryo n Faisal :)

Embedded image permalink
ini ni, full team peserta workshop: Haryo-Riza-Faisal-Panji-Rhesa-Aku

Sorenya, langsung deh meluncur ke Uluwatu, demi sunset cintt... apadaya, karena seiya sekata saling menunggu satu sama lain, jadilah terlambat liat sunset. Masuk Uluwatu bayar 15rb perkepala. kita dikasih tali kain warna kuning atau ungu, milih sendiri deh...

Sembari menunggu kloter-kloter lain, pose depan gapura Uluwatu

Stres gara-gara salah kostum.. Piss Sa.. :P

sunsetnya udah ilang :'( dan akupun terdiam memejamkan mata, suatu hari nanti aku bakal balik ke tempat ini dengan orang yang paling menyayangiku, belahan hatiku... cie....

Jepretan yang luput :D

Wajah lelah gak keruan.. tapi heppy :D

karena stres jalanan macet waktu pulang dari Uluwatu, kami memutuskan untuk mampir ke Garuda Wisnu Kencana, dan ternyata tiket masuknya mahal cintt.. empat puluh ribu perkepala, walhasil foto-foto di halaman saja sudah cukup bahagia.. #BahagiaSimpilBingit . kloter kedua dan ketiga entah kemana, kerana mereka motoran, tinggal ini yang tersisa di mobil :D

Ayun-Ifah-Rhesa-Riza-Aku

Tetep gembira meski berlatar lampu kota :D

Gakpapa deh meski cuman tulisannya.. GWK... 

Embedded image permalink
Coba tebak siapa saja ini.... :D

Habis puas berfoto ria di GWK, kami memutuskan untuk kembali ke penginapan, dan sempat mampir ke ATM dan membeli oleh-oleh (lagi) titipan dari mas Didin.. Sampai di penginapan yang baru, hotel Feriantho (karena Adiguna ada yang mbooking di malam terakhir kami), yang letaknya di jalan utama Ubung. Agak kurang nyaman sih dibanding Adiguna, tapi gakpapa, cuman buat beberapa jam saja, karena jam tiga pagi kami harus segera ke Bandara untuk balik ke Jogja. Rombongan terbagi menjadi 2 kloter, satu kloter pulang ke Jogja di hari Ahad pagi, satu kloter lagi pulang ke Jogja di Senin pagi. Walhasil, kami segera beristirahat karena waktu menunjukkan pukul 21.30 WITA, tak lupa bebenah sejenak sekedar mengumpulkan barang-barang. Aku tidur mendahului Ifah dan Ayun, sudah gak kuat. Jam 12 malam terbangun dan melihat mereka belum tidur, beberes dan menghitung pengeluaran. Aku putuskan untuk mandi karena badan lengket semua. Oya, selama di Bali, aku memilih untuk menjamak sholat yang bisa dijamak. Alasannya sih sederhana, lokasi sholat terlalu jauh dengan tempat acara berlangsung, serta banyaknya simbol-simbol agama lain dan sesajen yang hampir di setiap sudut ada. 
Setelah mandi, badan lebih seger, dan akupun tidur lagi, mereka juga ikut-ikutan tidur setelah koper rapi. Entah siapa yang membangunkanku jam 02.30 WITA, aku langsung mbangunin para kru yang mau balik, tergesa memang, hadeeh, mana Riza dibangunin tidur lagi, sampai jam 03.00 mereka bangun, dan harus nungguin Riza dan Rhesa mandi dulu.. ih, gregetan saia, eike aja cuman cuci muka, wudhu dan gosok gigi kok... Hingga akhirnya sopir tiba, kami pun melaju dengan kecepatan tinggi ke Bandara. Sampai di Bandara, jalannya jauh euy ke tempat check in nya, dan belom buka wong masih jam 04.30 WITA. Kepulangan kami pun terbagi 2 kloter pesawat, lagi-lagi aku dan Rhesa naik Air Asia (aku pengen ngrasain pengalaman yang berbeda karena berangkatnya naik Lion), sedangkan Ayun, Ifah, Diandra, Azis, Ian, Lia , Farkhan dan Riza naik Lion air sepuluh menit setelah kami. Uniknya, kita sampai bebarengan di Jogja lho... :)
 Antri Check In

Para pengawalku... ehhh...

Isengnya bocah ini, nyobain flat eskalator khusus Garuda VIP.. *pura-puraGakkenal

Its very memorable... Aku ke Bali hanya mbawa 3 abaya (simpel dan praktis), dua celana panjang -satu buat tidur, satu buat rangkepan-, satu kaos lengan panjang buat tidur, 3 pashmina, 1 jilbab bergo, mukena, kain pantai buat selimut, beberapa daleman, tiga pasang kaos kaki, sepasang sepatu daan yang paling berat adalah bawa leptop dan beberapa buku.. Berat total tasku 10 kilogram lho, lebih ringan dibanding yang lain. Punya Rhesa aja hampir 14 kilo :P...
Blessingnya, Mba Mila, temenku yang tadi kuceritain, malah ngasi oleh-oleh sepatu dan tas dari artshopnya...

Terimakasih Allah, Engkau sudah mengirimkan Bapak - Bunda STIFIn untuk selalu memfasilitasi penelitian-penelitianku, Rhesa atas tumpangan, sarapan dan tax yang dibayarkan, Farkhan-Diandra-Lia-Azis-Ian-Rhesa yang telah mengabulkan keinginanku pergi ke pantai Kuta, Ifah-Adi-Ayun-Riza-Faisal-Panji-Haryo yang sudah bebarengan ikut seminar, terutama Ifah dan Ayun yang telah merelakan satu bed untuk kutiduri.. hehehe.. Terimakasih untuk bapaknya Ifah sudah ikut membantu perjalanan selama di Bali, mewakili mereka, terimakasih kepada fakultas psikologi UMS, sudah berkenan mengabulkan proposal mereka hingga bisa berangkat menimba ilmu dan berlibur sejenak... Utamanya, terimakasi kepada keluarga yang telah menjaga krucil-krucilku, semoga Allah membalas dengan kebaikan dan keberkahan yang berlipat. Love you all Guys... :*


and...

The Story of...

bakal jadi kisah selanjutnya...


Great Processing :D
@aclimber


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sifat Negatif itu Masih Diperlukan

Anak-anakku, Dunia Mainmu adalah Bersamaku

Primbon Jawa