Jodoh itu Misteri, Mati itu Pasti

Pagi-pagi ini diiringi hujan rerintik.. bbbbrrrrr... hwadeemmm...
Dingin dingin gini pengen cerita tentang jodoh.. Iya, jodoh. Yang kata orang-orang, bagi lelaki adalah tulang rusuk yang hilang. Hmmm... Coba coba dicek, tulang rusukmu udah ketemu belom?? ^___^
Ini adalah perjalanan beberapa pasang anak manusia, juga mungkin ada yang belum berpasangan. Kisah pertama ini adalah kisah seorang wanita yang menemukan jodohnya setelah empat puluh enam tahun dia hidup. Wanita ini berasal dari keluarga yang sudah berpisah orangtuanya sejak ia berumur 3 tahun. Ia kemudian ikut pamannya, karena merasa "tertolak" di keluarganya. Hampir seluruh hidupnya ia dedikasikan untuk mengabdi di keluarga pamannya. Hingga datang dan pergi lelaki yang mendekatinya. Terakhir, ia dilamar oleh lelaki yang usianya jauh di bawahnya, dan akan ditinggal pergi kerja di luar negeri, sedang si lelaki itu memiliki 2 orang anak. Jelaslah wanita ini menolak. Ia mengosongkan hatinya, hingga 3 tahun kemudian, ia ditawari oleh pamannya untuk dinikahkan dengan duda beranak empat bercucu lima, yang usianya lebih tua 10 tahun darinya. 2 hari kemudian, ia menjawab, iya, karena mungkin inilah jawaban dari doanya "Aku gak mau lagi berhubungan dengan lelaki di bawah usiaku, dan aku gak mau jika harus mengurusi anak-anaknya". Iya, serius!! Doanya terkabul, di bulan Desember lalu, ia menikah dengan Sang Duda itu, yang sudah ditinggal mati istrinya beberapa tahun silam. Dia tidak perlu lagi mengurusi anak-anak, tidak pula mengurusi anak-anak suaminya. Empat anak suaminya sudah berumah tangga sendiri. Ia tinggal menikmati hidup bersama sang suami, di rumah mereka dengan segala kecukupan harta bendanya. Subhanallaah wal hamdulillah. Sudah Jodoh.

Masih mau baca? yang ini lebih mengharu biru...

Aku mengenal si wanita sebagai gadis yang imut, lucu, childish, tapi memang berbalut syar'i yang kental. Ia taat kepada agama. Awalnya gadis ini akan kucomblangkan dengan salah seorang temanku yang masih belum menemukan tulang rusuknya yang hilang.. ceilehh... Tapi, Allah menjodohkannya dengan rekannya sendiri, seorang penghafal Qur'an. Ia mengabariku kalau mau menikah di bulan itu, aihh, pupus sudah harapku untuk mencomblangkannya, Allah lebih tepat memilihkannya dengan lelaki itu. Wong temenku juga belum jejeg agamanya :P (yang ngerasa, maapkeun yaa...). Selang satu bulan pernikahan, si lelaki menderita sakit dan harus dirawat di rumah sakit. Awalnya diagnosis dokter adalah tipes. Selang beberapa hari dicek, ternyata ada sel kanker di tubuhnya. Kondisinya terus menurun hingga akhirnya pengobatan pun dilakukan di Jakarta. Selang berapa lama, si wanita mengetahui kalau dirinya sedang hamil. Hingga akhir minggu lalu, Sang Suami lebih disayang oleh Allah, agar terhindar dari dosa-dosa duniawi. Lima bulan setelah menikah, suaminya pulang ke Allah dalam kondisi si wanita tengah hamil empat bulan. Innaa lillaahi wa innaa ilaihi rooj'uun. Ditiupkan ruh ke janin, dan diambilnya ruh dari badan. Sirkulasi yang cantik.. Indahnya.. Surganya, wessss....Sudah Jodoh. Sampai mati.

Sampai di sini, sudah mbrebes mili?  Ouhh belum?? Baiklah, kita lanjutkan di bacaan berikutnya.

Wanita ini dikenal sebagai wanita yang atraktif, cantik, baik. Sayangnya, menurutku sihh, ia menikah dengan lelaki yang salah. Hmm, sudah jodoh. Kenapa salah, ia berharap menikahi lelaki itu karena hobinya sama dan ia melihat di antara teman-teman lelaki itu, lelaki itulah yang agamanya paling baik. Nyatanya, di tahun pertama pernikahan, suaminya sempat berujar talak, kemudian rujuk kembali. Di tahun kedua, mereka sudah dikaruniai putra. Lagi-lagi, suaminya membuat ulah lagi. Nafkah hampir selalu kosong,sehari tidak kurang dari sepuluh ribu rupiah untuk hidup di sebuah kota dengan kondisi anak penuh dengan biaya. Suaminya sering pulang malam, dan tentu saja, jarang beribadah. Wanita ini sebenarnya sudah meminta untuk berpisah, tetapi keluarga besarnya melarangnya dengan alasan yang melakukan kesalahan adalah si wanita, tentu saja atas hasutan si suami yang menuduhnya berselingkuh. Wow, berat memang ujian si wanita ini. Si suami melarikan anaknya ke panti asuhan, dan akan mengembalikan anaknya kalau si wanita mau rujuk dengannya. Hmmm, semoga kamu (lelaki yang baca ini) gak ngelakuin kayak gini yak.. :D Sampai sekarang, setelah tiga tahun berlalu, si wanita tetap menjadi istri lelaki itu. Aku yakin ia sebenarnya sudah tidak ingin berlama-lama. Kepasrahannya sungguh sangat luar biasa. Sudah jodoh.  

Mungkin masih banyak kasus-kasus lain yang lebih parah dari ini yak.. Ada lagi nih yang seru.

Si lelaki ini kukenal baik, ia berusia enam tahun jauh di atasku. Ia termasuk kategori tampan, baik, penyayang, dan dari kalangan berada. Setiap kali ia mendekati wanita, selalu saja berujung pada hubungan tanpa status, alias menggantung. Heran aku. Saat dulu masih sering bertemu, beberapa teman wanita sempat curhat juga tentang dirinya. Sudah empat tahun ini gak dengar kabarnya. Kemarin, dikabari kalau ia sudah menikah dengan seorang gadis yang usianya 11 tahun di bawahnya. Wow, Sudah Jodoh.

Bagaimana dengan aku sendiri? Hmmm... Sudah Jodoh :D

Happy Tuesday :)
@aclimber

Komentar

  1. Jodoh memang ga ada yang tahu ya, kadang yang kita harap belum tentu jodoh kita. Allah lbh tahu yang kita butuhkan

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sifat Negatif itu Masih Diperlukan

Primbon Jawa

Anak-anakku, Dunia Mainmu adalah Bersamaku