Menunggu Kepastian

hujan dan angin
berdua sama-sama berdoa
agar setiap laku tidak hanya berbisu
atau suka tidak hanya sekedar melepas duka
mengurai kelemahlembutan asa yang sudah terikat dalam sebuah kenangan masa silam
wahai riwayatku...
aku sangaat merindumu, rindu serindu rindunya rindu
hujan yang bertalian dengan sang angin
wahai riwayatku...
aku ingin memelukmu erat
seerat janjiku padamu
janji yang ku janjikan tidak hanya sekedar janji

tunggulah aku, riwayatku... 
 tunggu....


Pagi di sebuah gerimis,
End of December, 2013

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sifat Negatif itu Masih Diperlukan

Primbon Jawa

Anak-anakku, Dunia Mainmu adalah Bersamaku