Istrimu bukan Pembantumu..

hehehehe.. Sedikit curahan hati yang belum usai juga.. waksss... gak kok, piss piss... ini merupakan salah satu hasil pengamatan dan juga (pengalaman) hoho.. terhadap sejumlah kehidupan rumah tangga. 

Seringkali kejadian seorang ibu yang melampiaskan kemarahannya kepada anak-anaknya, pasti yang disalahkan adalah pihak ibu tersebut. Hmm, tanpa melihat alasan yang sesungguhnya, langsung saja si ibu tersebut menjadi tersangka. Padahal, suaminya pun juga ikut andil lho... 

Seperti kasus yang terjadi di sejumlah wilayah, saay seorang ibu tiri yang menyiksa anaknya dan meninggalkan anaknya di jalanan. Anak tersebut menjadi trauma jika didekati oleh wanita dewasa. Sang ayah, hanya diam saja.. See.. Ada lagi yang lain, sang suami, berangkat kerja pagi-pagi, pulang malam-malam, dan membiarkan istrinya mengurusi rumah tangga sendirian, pagi nyapu, nyuci, ngepel, setrika, masak, ngantar anak pulang pergi sekolah, menyiapkan sarapan, pakaian dan keperluan seluruh anggota keluarga, plus harus bekerja serabutan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. Sedangkan si suami yang pergi pagi pulang malam, hanyalah kedok agar tidak dianggap sebagai pengangguran, hampir bertahun-tahun mereka hidup demikian, si suami jarang menafkahi anak-istrinya.. Well, gak heran juga kalau si istri bakal melampiaskan emosinya ke anak-anaknya.

Kondisi psikologis ibu rumah tangga (apalagi yang berkarir ya..) pasti akan dipengaruhi juga oleh sikap sang suami terhadap dirinya. Materi yang cukup ditambah dengan kasih sayang yang tulus, akan membuat para ibu ini menjadi madrasah terbaik bagi anak-anaknya. Kalau si suami tidak mampu memberi nafkah, kenapa ia menikahi si istri? Nafsu? ya, daripada "njajan" kali ya.. hehehe... 

Istri bukanlah penyedia layanan rumah tangga, ia manajer rumah tangga. Pliss, para bapak-bapak, hormati, sayangi, nafkahi istri-istrimu dengan ma'ruf, dengan sebaik-baik perlakuan. Ia sudah lelah dengan urusan rumah tangga, dengan pengasuhan anak, masih aja ditambah memikirkan beban ekonomi. Bukankah jatah warisanmu dua kali lipat, dan itu yang menjadikan tanggungjawabmu dobel juga terhadap istri, ibu, anak perempuan dan saudarimua... !! 

Deep from my heart, thanks my hubb for the lessons.. 
Great Processing :D
@aclimber


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sifat Negatif itu Masih Diperlukan

Primbon Jawa

Anak-anakku, Dunia Mainmu adalah Bersamaku