Bongkar Masa Lalu (17)

Saat mulai mengalami kejenuhan dan banyak "keajaiban" terjadi... 

Hampir setengah jam sudah menekuri file-file di otak, memutar kembali film kehidupan yang sudah dibuat. Allah buat semua menjadi indah dalam benakku. Tak ada yang tahu, hanya Ia saja yang mengaturnya! sepuluh tahun sudah melepas masa remaja. tujuh tahun sudah memasuki usia dewasa, tiga tahun sudah mengambil keputusan besar dalam hidup, dengan kepastian. dan kini, sembilan belas bulan lebih 11 hari sudah menjalani hari-hari sebagai ibu. banyak hal yang terjadi, banyak peristiwa yang sudah terekam. baik, buruk, susah, senang, derita, tertawa, bahagia, menangis, dan segala bentuk emosi yang tertumpahkan. ego, penyesalan, dendam, benci, pengkhianatan, kebohongan melawan toleransi, penerimaan, pemaafan, rasa sayang, cinta dan setia. hal itu terus akan ada, terus berputar, begitulah sunnatullah, yang akan terus berulang. menyudahi semua keinginan, menyimpan segala impian. biarkan itu tetap ada di laci hati. menguncinya rapat-rapat dan berhenti untuk meminta, meski tak pernah berhenti untuk berharap. terkadang merasa iri dengan kehidupan lain di luar sana dan terkadang merasa ingin lari dari kehidupan sendiri. berpikir menjelajahi alam sendiri butuh energi ekstra dibandingkan hanya menengok alam orang lain. lelah, namun mengasyikkan. ribet, namun menikmatinya. kadang jenuh, namun bisa meresapinya. O Allah, Kau benar-benar tau apa mau Mu padaku..Kau beri aku lampu merah di jalan itu, namun Kau beri lampu hijau untuk jalan yang lain. aku turuti semua, patuh, tunduk, mencoba untuk tobat. tobat dari khilaf, lalai, salah, lena, ingkar dan teman-temannya. Engkau yang memberiku jalan, Engkau yang menyuruhku untuk terus berjalan. O Allah, sungguh aku cinta padaMu. sungguh!!meski aku tau,sebenarnya Engkau tak perlu cinta dari ku, karena cintamu tulus... aku bisa merasakannya, lewat segala hal yang sudah terjadi. Engkau Maha Hebat ya Rabb.  aku sekarang nurut apa mauMu, biarlah Engkau yang pertemukan, Engkau yang berbuat kejadian, Engkau yang pisahkan dan Engkau yang mengaturnya. Aku hanya pelakon,tak ada lagi nggresulo, tak ada lagi protes... maturnuwun Allah, Engkau sudah berikan tamparan dan hinaan di sini, di tempat ini. surga duniawi.... maturnuwun, dan beginilah semestinya, manusia menelusuri jalan Allah, dengan tanpa syarat apapun! mbuh piye caraNe, mesti isone...

Welcome home boys
May2th,2011
20.57 pm

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sifat Negatif itu Masih Diperlukan

Primbon Jawa

Anak-anakku, Dunia Mainmu adalah Bersamaku