Bongkar Masa Lalu (10)

yang ini efek dari dosa, tapi saat itu masih belum tobat, masih tomat ^-^

after sick..
kisah seminggu yang lalu, terbaring hampir 5 hari di suatu tempat yang dulu hampir tiga tahun aku mendatanginya untuk mellihat sahabatku yang akhirnya mendahuluiku. tidur di ugd di bed yang sama..ah..dan akhirnya harus setia di bangsal bugenvil ditemani dengan berbagai animasi yang sedikit menghiburku. melihat raut wajah ayah bunda yang senantiasa menemani membuatku merasa semakin terasingkan dengan duniaku sendiri. membuat mereka kelelahan dan aku merasa mereka saaangat menyanyangiku. melihat mereka resah dengan kondisiku saat itu..ah..dan akhirnya akupun sadar bahwa ini memang harus kuhadapi sendiri. dan hanya tiga kawan yang kukabari tentang kondisiku, karena aku tahu, setiap orang punya kesibukan masing-masing, aku tidak ingin menjadi beban pikiran mereka dengan meluangkan waktu mereka hanya untukku yang tiada berguna bagi mereka. mereka hanya akan menghabiskan waktu denganku yang selayaknya waktu mereka lebih baik digunakan untuk yang lain. pikirku saat itu..ah..dan akhirnya berita itu menyebar, satu, dua berombongan datang menghiburku..menemaniku, dan seseorang yang kukira tak kan pernah hadir, dengan coklat dan apelnya -maaf bila tak sempat termakan- tanpa ada beban -mungkin ada- tapi ku tak tahu beban mereka masing-masing..ah..dan akhirnya aku sadar bahwa tak selamanya aku sendiri, tak selamanya aku harus memikirkan tentangku seorang diri, ada orang-orang tertentu yang bisa kuajak berbagi, tanpa pamrih, tanpa mengurangi jatah waktu mereka untuk yang lain, aku sadar bukan hanya aku yang memiliki segudang permasalahan. aku sadar aku bukan orang hebat seperti yang kebanyakan orang fikirkan. aku hanyalah seorang hamba yang paling dhoif, hamba yang lema jika tanpa ruhNya..ah..dan akhirnya aku tahu bahwa manusia ada karena manusia ingin tetap ada. aku tercipta untuk bisa tetap bertahan. dan aku menginginkan hal itu, meski aku hanyalah setitik debu di padang pasir, bahkan jikalau aku hanyalah dzarrah yang tumbuh di kebun sawi, aku pasti menginginkan untuk bisa tetap bertahan dengan segala keadaan, kuhadapi dengan segala kemampuan. menciptakan kembali asa-asaku. dan bila aku telah tersadar, aku ingin kau tahu bahwa aku sangat membutuhkanMU..ah..dan akhirnya setelah seminggu berlalu, aku hampir terserap ke dalam lumpur itu, sebuah kebijaksanaan baru yang tetap ingin ku terserap ke dalamnya..Rabb Yang Mulia..

11.00 a.m.
March 10,2007
home sweet home

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sifat Negatif itu Masih Diperlukan

Primbon Jawa

Anak-anakku, Dunia Mainmu adalah Bersamaku