Reuni Memori (2)

Lanjutin lagi ah perjalanan ahad malam....

Yap, spiritual company yang dibangun memang mendasarkan kepada nilai-nilai keIslaman. Rokok membawa mudhorot yang lebih besar daripada manfaatnya. Hmmm, kereennn... dan setiap azan berkumandang, karyawan-karyawannya bergantian untuk melakukan sholat secara estafet.. tu cerita dari mas Jody.

Berikutnya dari Mas Mono, hmm dengan gaya sedikit "nganyelne" mas mono mengungkapkan bahwa ia selalu meminta dan mengajak siapa saja untuk bisa ikutan sedekah, ngaji, sholat duha, dsb. Dengan menyuruh saja sudah dapat pahala, maka ya tidak perlu berbuat (bercandaannya gitu...). Allah meminta kita pula untuk melakukan apa yang kita suruh kepada orang lain. Kunci Sukses menurut Mas Mono adalah Sabar+Syukur+Sedekah. Olraittt deh.... 
Dan yang ditunggu-tunggu akhirnya hadir, yap, pak ustad YM masuk ke ruangan pukul 21.15, dan mas Mono masih aja ngeciwis gitu, tapi juga gak lama sih, ustadz YM langsung membuka dengan bercerita tentang pengalamannya pulang dari Bahrein beberapa hari yang lalu. Ustadz YM menghadiri undangan dari Raja Bahrein untuk Kongres Al Qur'an Internasional ke-2. "Untung Menteri kita gak hadir, jadinya saya bebas milih tempat duduk.. Ini yang ngundang raja, sejak kedatangan, gak punya visa, langsung diurus di bandara Bahrein. Lainnya cuman berdua, rombongan kami berdua belas, hotel kelas atas udah dibayarin, tiket pesawat mau diganti, tapi karena kite mau jaga harga diri, gak usah diganti... pokoknya perfecto... Apalagi kalau yang ngundang Allah ya... " Begitulah Ustadz YM membuka tausiyahnya. "Fasilitas saat di Bahrein bisa ane alamin karena ane dateng ke undangan itu, kalau ane gak dateng ya ane gak bisa ngerasain fasilitas ntu, nah ini, setiap hari lima waktu Allah ngundang kite hayya 'alassholaah... Eh, ntar ntar, ya pentes aje fasilitas yang kite minta gak bisa kita rasain..." Dan nilai mata uang Bahrein 2,5x lipat dari nilai USD. Artinya 1 dirham Bahrein bisa seharga 25 ribu rupiah.. Woww, nilai yang cukup tinggi... "Sayang Indonesia punya rupiah yang murah, kapan gitu bisa menangi Amerika, pantes aja bangsa kita dianggap miskin oleh mereka, mereka ke sini bisa beli apa aja, kita ke sono.. hmmmm"  batinku saat itu...

Ustadz YM juga mengajukan proposal ke Majelis tersebut untuk menyelenggarakan Muktamar Penghafal Qur;an ke-3 di Indonesia tiga tahun lagi dan dana ditanggung oleh pengusaha, setiap pengusaha 20-30 jutaan, dan setiap wakil negara-negara tersebut boleh tidur di rumah pengusaha yang ngejemput.. hehe... Wah, 3 tahun lagi ya Tadz, ane doain tadz dimakbul sama Allah, kebangetan banget, miss world aja bisa numpang bisnis di Indonesia dengan Grup MNC (sokongan Kabbalah alias para pemuja setan di belakangnya) masak ni bisnis sama Allah gak diijinin.. kebangetan tuh tar presidennya.... :D 

Subhanallah, intinya Ustadz tetep mengingatkan agar senantiasa mengutamakan Allah saat ada masalah. Trus terlintas di benakku, apa peranku jika lulus nanti, secara Allahlah pemberi solusi segala masalah.. Hmmm....

Rombongan pengisi acara juga dihadiri oleh Ustadz Adam, seorang ulama dari Afrika Selatan. Hmm, ternyata di Afsel sono Islam dibawa oleh para ulama dari Makassar yang dibuang oleh para penjajah Belanda di sono.. Lagi-lagi ruangan yang memuat 400 peserta lebih menjadi riuh, bergumam Subhanallah.. ternyata pembawa ajaran Islam orang Indonesia jugah... dan sholawatnya pun, subhanallaah, hampir sama dengan sholawat yang sering dilantunkan para habib-habib. Kata Ustadz Adam juga ada istilah-istilah bahasa Indonesia yang digunakan juga, seperti puasa, buka puasa, dan lebaran!!

Hmm, cukup untuk mencharge ruhaniku yang lagi ngedrop. Acara berakhir pukul 23.00, dan aku langsung mengantar temanku pulang. Katanya "kamu gak berubah Tim, kukira begitu kamu sukses kamu jadi orang yang wah, ternyata masih seperti dulu" | "ya jelas lah bos, apa yang terjadi padaku, adalah hasil didikan masa lalu". Datang dengan pakaian sederhana celana panjang, blues panjang hingga lutut, kerudung segi empat yang sangaat biasa untuk jaman sekarang, dan kaos kaki, sendal gunung serta tas slempang, jaket dan slayer untuk menutupi wajah. Perfecto -minjem bahasanya Ustad YM- untuk melakukan perjalanan malam sendirian. Hmm, memori sepuluh taun lalu, saat hampir setiap hari aku mengunjungi rumah temanku satu ini. Melewati jalan di embarkasi Solo membuat hatiku bergetar juga. Jalan begitu sepi dan gelap. Kondisi mata mulai tidak normal, ngantuk dan jalan lurus. Al Fatihah terus kulantunkan berharap jalan yang kutempuh adalah benar-benar petunjukNya. Hingga sampai di Tugu Boto Klodran, berucap syukur tidak terhingga, merasa sudah terbebas dari kegelapan menuju cahaya yang terang. Reuni memori akan perjalanan masa lalu terulang kembali. Jalan arah Bandara adalah jalan favorit di masa SMA ku dulu. Melintasi persawahan, melintasi kenangan yang akan tetap selalu ada. Jalan yang begitu istimewa, menemui banyak keluarga dari teman-teman, dan karena jalan itu pula aku diajarkan kesederhanaan, rendah hati, termotivasi untuk sukses, dan keramahan yang luar biasa. 

Perjalanan malam itu berakhir tepat pukul 11.30, artinya Embarkasi Haji Solo - Sukoharjo bisa kutempuh hanya sekitar 30 menit.. Laa khaulaa wa laa Quwwata Illa Billaah. Kucuci tangan, kaki, berwudhu, sholat 2 rokaat, lafalin Al Mulk, dan kucium dua anakku, berdoa mereka akan jadi penghafal Qur'an... Terimakasih Ya Allah atas perjalanan malam ini... 

Great Processing :D 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sifat Negatif itu Masih Diperlukan

Anak-anakku, Dunia Mainmu adalah Bersamaku

Primbon Jawa