Dilema (2:utang)

Hmm, seri ke-2 dari sebuah dilema.. Habis mbaca tentang artikel Utang (http://www.nouralislam.org/indonesian/indofiles/fiqh/bahaya.htm) jadi mikir, lalu bagaimana dengan kerja orang-orang yang dapat penghasilan dari meminjamkan hutang a.k.a. bank dan sejenisnya ?

Laa khaulaa wa laa quwwata illaa billah, secara saya pernah juga bergelimut di dunia perbankan (jadi debitur maksudnya :P).. Semakin kesini, semakin banyak istighfar yang keluar dari mulut, hati dan pikiran. Betapa tidak, sekarang semakin gencar tuh para pemilik modal menawarkan sejumlah uang dengan hampir nol syarat, tentu saja diimbangi dengan bunga yang cukup tinggi pula. Ada juga yang dengan gampangnya menawarkan pinjaman konsumtif, beli henpon, tablet, kaplet, puyer dan kawan-kawannya.. Ya Allah, lindungi kami dari lilitan hutang.. Amiin..

eh, ini ada kabar dari pemerintah, ternyata selama ini permodalan dari asing, dan yang selama ini dianggap bantuan itu, harus dikembalikan.. bener-bener deh semoga Allah menunjukkan jalan untuk IMF, World Bank, dan kawan-kawannya untuk murni ikhlas membantu kita, bangsa Indonesia. Dan tentu saja, yo presidene kalo dikasih bantuan juga jangan mau lagi.. Gali lobang tutup lobang pak?? Hmmm, tuh, anggota Dewan juga jangan pada nuntut lebih dengan gaji, kerja belum nampak sudah minta tuntutan gaji... Haddehhh, apa-apaan ini, nulisnya makin ngeblawur ajah....

Balik lagi soal kerjaan. Yah, banyak jalan menuju Roma, begitu juga banyak jalan menuju yang halal. Biasanya yang mau ngutang itu yang pengen segala sesuatunya instan-instan gituh... Eh, mie instan aja perlu 3-5 menit kok... hmmm, Mau usaha, eh cari modal ke bank, mau kerja, eh gaji tinggi ke bank, mau kawinan eh ada modal kawinan dari bank, bahkan mau haji aja, bank udah nalangin. Hebat banget ya si bank itu... Trus ada pertanyaan, lha kalo transaksi jual beli lewat bank gimana, apa bank nya gak ngambil untung? Hmm, ini nih yang rumit, yang saya sendiri gak ngerti mesti jawab gimana, tapi kalau mau yang halal sih, setau saya kalo sifatnya sebagai uang jasa gak apa-apa, cuman kalau udah berbau membungani ya itu yang gak boleh.... 

Ah, bank Toyyib bank Toyyib, semoga  Kau meninggalkan negeri kami, hingga negeri kami terbebas dari yang namanya "bantuan" luar negeri.. Gak pengen deh ninggalin warisan utang untuk anak cucu kami, dosa besar jika pemimpin negeri ini meninggalkan warisan utang kepada pemimpin selanjutnya... (mention ke pak Beye dan keluarga ah...... :D) 

BANYAK JALAN MENUJU YANG HALAL..... :D

Keep Processing :D
Selamat Zuhur kawan...
@aclimber


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sifat Negatif itu Masih Diperlukan

Anak-anakku, Dunia Mainmu adalah Bersamaku

Primbon Jawa