Hargai Setiap Profesi

01 Mei dianggap dan diabadikan sebagai hari Buruh, bahkan buruh pun punya hari perayaan. Bagi sebagian orang, pekerjaan menjadi buruh adalah salah satu jalur rezeki, bagi sebagian yang lain, pekerjaan buruh ini menjadi suatu hal yang rendah, dan bagi sebagian yang lain merasa terlalu tinggi kastanya untuk "menggaji" buruh sehingga membuatnya semena-mena terhadap buruh.
Buruh sesungguhnya adalah sebuah profesi yang cukup mulia. Tanpa kehadiran buruh, maka pengusaha pun juga tiada artinya. Buruh menjadi partner sukses bagi para pengusaha untuk mendapatkan keuntungan atau laba.
Di sektor informal, terdapat istilah-istilah yang lebih ekstrim lagi, buruh cuci pakaian, buruh rumah tangga, buruh bangunan, dan lain sebagainya. Profesi ini membutuhkan energi fisik yang luar biasa, namun dengan pendapatan yang juga "luar biasa". Jika mau adil, setiap orang memiliki kelebihan dan kekuatannya, dimana untuk setiap variabel kekuatan yang sama, seyogyanya dihargai dengan setara. Contoh, para pekerja fisik ini energi yang mereka keluarkan jika disetarakan dengan energi yang keluar dari pekerja ide, saya meyakini hasilnya akan sama. Kenapa? Karena pekerja fisik menggunakan kekuatan fisiknya, sedangkan pekerja ide menggunakan imajinasinya. 
Dari buruh juga ide-ide untuk jadi pengusaha bisa terangkat. Buruh cuci baju jadi bisnis laundry kiloan, buruh rumah tangga bisa jadi bisnis jasa clening service, buruh bangunan bisa jadi bisnis kontraktor, dan masih banyak ide-ide yang sebenarnya bisa mengangkat profesi buruh ini. Namun, yang sangat disayangkan, banyak sekali pihak-pihak yang mengambil keuntungan yang cukup besar sehingga memberatkan para buruh. Contoh, outsourcing yang mengambil jatah gaji dari buruh lebih dari 25%. Itu perbudakan namanya. Para pengusaha outsourcing dijamin gak berkah hidupnya. Mereka dengan seenaknya mengambil hak oranglain. Hingga hadits Nabi yang menyatakan bahwa "Bayarlah upah buruhmu sebelum keringatnya kering"  --> tanda bahwa harus menyegerakan pembayaran upah... 
Ih, ngomong opo toh ki... Yang jelas, pagi ini aku ingin ikut meramaikan Hari Buruh Internasional. Buruh memiliki apa yang mungkin kita tidak miliki.  Mereka memiliki energi fisik yang luar biasa hebatnya, yang tanpa mereka pengusaha bukanlah menjadi pengusaha. Buruh itu juga manusia, dan karena saya juga sedang menjadi buruh, saya kemudian berproses untuk menjadi pengusaha sosial yang bakal mampu mengangkat derajat minimal 50 orang buruh di akhir usia 30 saya... :D

Great Processing :D
@aclimber

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sifat Negatif itu Masih Diperlukan

Anak-anakku, Dunia Mainmu adalah Bersamaku

Primbon Jawa