Death of the End or the End of the Death

Hmm, entah kenapa di penghujung April ini pengen nulis tema ini. Kematian. Titik. Mati itu tidak sesederhana yang kita kira, namun juga tidak sesulit yang dapat kita mampu lakukan. Mati hanyalah sebuah kata benda selayaknya, hidup, kehidupan. Titik. Mati adalah sunnatullah, yang dengannya akan memperoleh banyak hal tentang makrifatullah. Pengetahuan-pengetahuan umum yang seyogyanya kudu dimengerti oleh makhluk yang pastinya bakal mati. Mati selalu berpasangan dengan hidup. Jelass, yang pastinya hidup, bakallah pastinya mati. Mati ide, mati karya, mati gaya ???
Aku masih penasaran berat dengan kehidupan sesudah mati. Apakah sesudah mati itu benar-benar ada kehidupan abadi, atau sesudah kehidupan itu akan ada kematian, atau sesudah mati itu tidak akan ada lagi kehidupan. Hmmm, bagaimana wujudku saat aku mati?
Kematian bagiku adalah suatu hal yang sakral, suatu hal yang unik, yang tiada tandingannya, layaknya kelahiran bayi, yang sifatnya tidak ada yang sama kejadiannya. Mati dan akhir segala hidup, ah, entahlah, apakah hanya perasaanku saja jika di antara bulan maret hingga mei banyak yang mengalami mati...? Yap, aku berharap, matiku seperti lahirku dulu, menjadi sebuah akhir dari awal keindahan....

at the end of death, there will be something good.. remembering what my lovely friend has said, and my name is...
...Khotimatun Na'imah... 

yang menurutnya adalah sebuah "pengakhiran yang indah".. yes, dan aku telah mengakhiri semua dengan mbak indah juga.. eh... seindah-indahnya pengakhiran...
Bismika Allahumma ahyaa wa bismika Amuut... Amiin. 

Great Processing :D
@aclimber

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sifat Negatif itu Masih Diperlukan

Anak-anakku, Dunia Mainmu adalah Bersamaku

Primbon Jawa