Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2013

Hargai Setiap Profesi

01 Mei dianggap dan diabadikan sebagai hari Buruh, bahkan buruh pun punya hari perayaan. Bagi sebagian orang, pekerjaan menjadi buruh adalah salah satu jalur rezeki, bagi sebagian yang lain, pekerjaan buruh ini menjadi suatu hal yang rendah, dan bagi sebagian yang lain merasa terlalu tinggi kastanya untuk "menggaji" buruh sehingga membuatnya semena-mena terhadap buruh. Buruh sesungguhnya adalah sebuah profesi yang cukup mulia. Tanpa kehadiran buruh, maka pengusaha pun juga tiada artinya. Buruh menjadi partner sukses bagi para pengusaha untuk mendapatkan keuntungan atau laba. Di sektor informal, terdapat istilah-istilah yang lebih ekstrim lagi, buruh cuci pakaian, buruh rumah tangga, buruh bangunan, dan lain sebagainya. Profesi ini membutuhkan energi fisik yang luar biasa, namun dengan pendapatan yang juga "luar biasa". Jika mau adil, setiap orang memiliki kelebihan dan kekuatannya, dimana untuk setiap variabel kekuatan yang sama, seyogyanya dihargai dengan setara. Co…

#BersiapNikahYuk

Gambar
Setelah membicarakan soal kematian, berasa flashback kembali tentang pernikahan. Ya, hari Sabtu, 27 April 2013 lalu, aku dan teman-teman @KSMSoloraya iseng-iseng ngadain acara Kopdar #1 dengan tema itu.. Hmm, banyak banget tanggepannya, Alhamdulillah sebagian besar peserta merasa cukup antusias dengan materi yang aku berikan dalam bentuk workbook. Meskipun juga ada beberapa peserta yang kurang antusias gitu deh.. Mungkin materi yang kuberikan terlalu berat, mungkin mereka juga kurang siap, mungkin juga akunya ngebosenin (padahal udah secantik Dian Sastro lhoo... :P)
Blurrr.....
Menikah itu ibadah, tapi kalau diawali dengan perbuatan yang jauh dari agama, efeknya akan buruk. Menikah itu kunci rezeki, tapi jika kuncinya udah pernah patah, ya mana mungkin bisa ngebuka pintu rezekinya. Menikah itu Sunnah Rasul, tapi kalau tata cara nikahnya gak ngikuti Rasul, ya jatuhnya ke arah yang makruh apalagi haram. Ternyata Islam itu sudah begitu indahnya, begitu menghormati tentang tata aturan pe…

Death of the End or the End of the Death

Hmm, entah kenapa di penghujung April ini pengen nulis tema ini. Kematian. Titik. Mati itu tidak sesederhana yang kita kira, namun juga tidak sesulit yang dapat kita mampu lakukan. Mati hanyalah sebuah kata benda selayaknya, hidup, kehidupan. Titik. Mati adalah sunnatullah, yang dengannya akan memperoleh banyak hal tentang makrifatullah. Pengetahuan-pengetahuan umum yang seyogyanya kudu dimengerti oleh makhluk yang pastinya bakal mati. Mati selalu berpasangan dengan hidup. Jelass, yang pastinya hidup, bakallah pastinya mati. Mati ide, mati karya, mati gaya ??? Aku masih penasaran berat dengan kehidupan sesudah mati. Apakah sesudah mati itu benar-benar ada kehidupan abadi, atau sesudah kehidupan itu akan ada kematian, atau sesudah mati itu tidak akan ada lagi kehidupan. Hmmm, bagaimana wujudku saat aku mati? Kematian bagiku adalah suatu hal yang sakral, suatu hal yang unik, yang tiada tandingannya, layaknya kelahiran bayi, yang sifatnya tidak ada yang sama kejadiannya. Mati dan akhir seg…

Art of Giving

By Isa Alamsyah
oleh Isa Alamsyah
Beramal juga ada ilmunya ada seninya. Beramal baik sering kali diperumpamakan oleh Allah sebagai perdagangan. Perdagangan berarti ada untung, ada rugi ada juga impas. Beramal sama seperti modal, modal banyak belum tentu untung banyak, kadang modal banyak malah rugi banyak. Beramal banyak belum tentu pahalanya lebih banyak dari yang beramal kecil.
Di bawah ini adalah tips agar amal Anda efisien, berganda dan lebih bermanfaat di dunia dan akhirat.
Tip 1 Lebih baik memberi sedikit bantuan pada orang banyak, daripada memberi banyak bantuan pada sedikit orang. Kenapa? Amal akan dinilai kalau kita iklash dan tidak berharap balas budi kecuali balasan dari Allah. Dalam Islam kalau ada yang memberi pertolongan kita katakan "Jazakumullah" semoga Allah yang membalas, jadi memang konsepnya ketika kita menolong kita harus iklas tidak mengharap hutang budi. Kalau berharap hutang budi tidak iklas, maka tidak ada nilainya di akhirat, mungkin di dunia ada. Misalnya kita…

STIFIn,here I am...

Jika ingin mengenal saya lebih dekat.. ini uraian tentang saya... Bagi yang ingin tau seperti ini.. bisa call me yak... hoho #Promosi... Just contact me @aclimber :D
Saya,Khotimatun Na'imah,usia 27 tahun,sekolah psikologi,bergolongan darah B, menurut STIFIn Personality, Saya termasuk ke dalam golongan orang Sensing extrovert. STIFIn personality merupakan pengembangan dari teori kepribadian Carl Gustav Jung dengan menggunakan media Finger Print alias Tes Sidik Jari. berikut uraiannya..
Sensing extrovert (Se) Kepribadian yang seperti berkelamin ganda. terkadang kokoh seperti laki-laki dan terkadang sangat manja seperti perempuan. Perempuan jenis ini jika sudah menjanda cenderung menjadi single parent karena merasa tidak perlu orang lain. kewanitaannya dan kelelakiannya seperti sama-sama ia miliki. Berjiwa petualang yang ingin menjelajahi semua dunia namun hatinya kerdil sering minder. Hebat dalam bersilat lidah, namun punya kekuatan sebagai pendamping yang menyenangkan. pembawaan seh…

Rinduku ini Rindu-rindu lalu...

Tulisan ini sy tulis setahun yang lalu..... Nikmatnya merindu.... 


Masa lalu adalah bagian yg tak kan pernah bs lepas dr hidupku. jadiku seperti ini pasti pun ada masa laluku yg menyertainya. ingin kupotong episode yg tak mengenakkan tp merasa tak kuasa untuk melakukannya. dan skrg,aku ingin menikmati masa laluku sejenak. Mengulang semangat,mengulang rasa sedih dan menikmati seseruput hangatnya kisah di masa lalu..  Dulu waktu SD kerjaanku hanya bermain di sawah,kebon,kali,masak masakan,mancing,manjat pohon jambu di hlmn rmh budhe,distrap suruh bersihin kamar mandi sekolah karna mbolos dr pelajaran dan nongkrong di lapangan deket rumah sambil menikmati mangga panen,pelit saat ujian karna sdh tau jawababnnya,jajan cilok,biting,arum manis,naik sepeda mini,manjat di pohon waru dpn sekolah pas istirahat,nginep di tmpt pakde tp gk bilang,jam dua pagi minta diantar pulang -haha-,mijetin simbah,dan sangat gembira bila pulang ketemu dg ibu.  sekarang jaraaaaaang ketemu temen SD... 
Waktu smp,j…

Berkomitmen itu...

Hiiii.... komitmen,satu kata penuh makna... Meh mulai darimana ya... yang jelas, saya lagi ingin cerita tentang sebuah kata... KOMITMEN. ya, komitmen... terhadap apapun. Daaan kali ini menyangkut dedikasiku sebagai seorang penuntut ilmu. Hayyo, balik lagi ke niat awal, menuntut ilmu karena bener-bener pengen ilmu,atau hanya sekedar pengen ijazah, atau sekedar melepas lelah atau semuanya.... Well, sulit dideskripsikan. Tetapi yang kulakukan sekarang ini adalah,berusaha untuk komit terhadap apa yang sudah kumulai..
Aku ingin mengakhiri awal perjalanan ini sebelum 5 bulan ke depan,artinya di bulan ini aku harus menyelesaikan satu kali ujian, bulan depan 1 kali ujian lagi plus persiapan untuk tugas akhirku. Di bulan depannya lagi setidaknya aku bisa 1 kali ujian proposal, dan siap untuk penelitian. Ya Rabb, komitmen dengan akhir kuliah ini terasa amat berat, kenapa Engkau ciptakan si "komitmen" ini dengan begitu mewah dan indahnya....???
Komitmen, setelah hampir tiga tahun berta…

Dilaog of BangsaMoro, just imho

On Friday till Saturday 5-6th 2013, in Muhammadiyah Surakarta University was held the Multistakeholder dialog of BangsaMoro. I joined it upexpectedly, because of the command from my dean. In the firstday, there are two speakers, i missed the keynote speech from the Ambassador for Philipines, and from Mr. Din Syamsudin, because in so many things to do at the morning. The First Speaker is Mr. Hery Sudrajat. He talked about ASEAN statetement for the security need management conflict resolution, it’s the initiative for the conflict resolution. The term of culture of peace.The need is conflict prevention, and crisis management. He and AIPR (ASEAN Institute for Peace and Reconsilitation has many progress till the 11 KTT ASEAN. The AIPR will be in Jakarta for the headquarter, the activities are  research, capacity building, networking and dissemination. Hope will be contribute to the peace condition in ASEAN, work together with Muhammadiyah or other organization. My hope is the institution n…

War is just go on...

Its Friday and i love it very much... Why? because Friday is the Holy day for each moslem.. And about the war, we heard that the gunmen of Cebongan have been found, and they are the part of Kopassus infantery. Yeah, the war is just go on, between the TNI and the POLRI. But, if we look the problem, it begun in a big cafe in Jogja.. hmm, i see, they did some pleasure time.. i mean that the cafe is a place to get joyful with some music, discotic exactly. Only personnel problems, make it bigger and bring the institusion. Work in military institusional not make people become wise, but they use the capacity for showing the rule. Which makes me wonder is, why the police is so fast to find the gunmen and the executant of robbery in Jogja, but it needs more time to find the corruptor in this country.. hmmm.....
Congratulation, and the winner is.............