Empat Puluh Hari

Angka empat puluh. Sebenarnya ada misteri apa di balik angka itu. Daya magnetisnya luar biasa untuk hidupku. Ya, sudah hampir empat puluh hari pula melakukan ritual yang membuatku yakin bahwa ini adalah Shiroothol mustaqiim-Nya.. 

Rabbanaa laa tuzigh quluubanaa ba'da idzhadaitanaa wa hablanaa milladunka rahmah, innaka antal wahhaabb....

Ya Rabb kami, janganlah engkau condongkan hati kami kepada kesesatan setelah Engkau berikan petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisiMu, sungguh, Engkau adalah Maha Pemberi...

Setiap kejadian yang dialami oleh manusia, pastinya sudah sangat direncanakan dengan sangat sempurna oleh Allah. Tugas manusia hanya percaya bahwa Ia memberikan suatu tugas kepada manusia sesuai dengan ukuran kemampuan manusia. Segala keburukan yang pernah dilakukan oleh manusiapun juga tidak lepas dari campur tangan Allah. Empat puluh mengajarkanku tentang iman. Iman yang selama hampir dua tujuh tahun ku ikuti. ya, baru di usia ini menyadari, setelah sekian banyak ujian --lebih tepatnya azab-- yang diturunkan kepadaku, iman itu nyata adanya, iman itu sunggguuuuuh indah, iman kepada Allah, Sang Penggenggam Jiwa. Terima kasih ya Allah, sudah menemaniku untuk empat puluh hari ini, ijinkan aku untuk bisa bersamaMu, empat puluh hari lagi, lagi, lagi, lagi, lagi, hingga aku menemuiMu dalam keadaan yang sudah Engkau sucikan.... Hasbunallaah wa ni'mal wakiil, ni'mal maulaa wa ni'mannashiir.. laa haulaa wa laa quwwata illaa billaahh....

Loph U full Allaah.....



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sifat Negatif itu Masih Diperlukan

Primbon Jawa

Anak-anakku, Dunia Mainmu adalah Bersamaku