The Power of "Perkedel"

Its not only about Perkedel.. its more than just a gorengan made rom potatoes and blurred by egg.. 
This story began yesterday when i try to make it.. and i realize, why my best friend (almarhum Dwi) does not like this yummy food..

Perkedel, i made it from 4 p.m till 7 p.m.. how long the process was, but I enjoy it... Dimulai dengan mengupas 2 kg kentang.. merendamnya, dan kemudian memotong-motongnya kecil-kecil agar mudah untuk digoreng dan lekas setengah matang.. And then, merendamnya di air garam.. meanwhile, menyiapkan wajan penggorengan dengan minyak secukupnya.. gidorenglah itu kentang, dan mulai juga menyiapkan bumbu-bumbunya... setelah selesai semua bumbu dan hasil gorengan pun diuleni dengan tangan, dicampur hingga benar-benar lembut, baru dibuat bola-bola dan dipipihkan... siapin juga telur yang sudah dikocok untuk pelapis perkedelnya agar tidak pecah nanti saat digoreng... A long process to do and make my feet so tired.. dan seluruh proses berakhir tepat pukul 7 malam dengan menghasilkan sepiring penuh (sekitar 25 potong perkedel).. Alhamdulillaah.... prosesnya 2 jam, dan tebaklah berapa lama perkedel panas itu bisa habis?? yappp, only 20 minutes!!! 

Proses yang panjang dan melelahkan sering tidak menyenangkan, tapi saat hasilnya sesuai dengan apa yang diharapkan, rasa lega yang muncul dan menggairahkan untuk membuat kembali apa yang menjadi keinginan selanjutnya.. Begitulah layaknya hidup, menikmati hasilnya cuman sebentar, prosesnya yang lama, dan banyak orang juga yang hanya menilai hasil akhirnya tanpa mau tau bagaimana prosesnya.. Mie instan aja butuh proses kok.... 

Yah, curahan hati di siang hari, bahasa campur blawur, dengan sentuhan khasku sendiri.. dan cita rasaku, sedang menikmati proses menjadi ibu yang bisa membuat anak-anakku menjadi pribadi yang sholeh beriman dan mandiri, sekaligus istri sholehah yang bisa memanjakan suami setiap hari, serta peran sebagai guru yang bisa menginspirasi, calon psikolog klinis yang bisa dimanfaatkan betul ilmuku untuk ummat, dan hamba Allah yang senantiasa berharap bertemu dengan Allah dan kekasihNya di surga kelak... Prosesnya sangaat panjang dan mungkin melelahkan, tapi ku pastikan, bertahan dan menahan lelah, itu kuncinya.. .


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sifat Negatif itu Masih Diperlukan

Anak-anakku, Dunia Mainmu adalah Bersamaku

Primbon Jawa