Kebersyukuran

Tulisan ini merupakan curahan hati di pagi hari, selamat menikmati secangkir kopi rasa syukur...

Alhamdulillaahirabbil'aalamiin, aku terlahir dari rahim ibu yang bernama Ngatini, pejuang  kehidupan yang rela seumur hidupnya bakti pada keluarga sebagai wanita rumah tangga dan memiliki bapak bernama Muhyiddin, workaholic sejati untuk keluarga dan umat.. Alhamdulillaah aku berasal dari trah Mujahid, pejuang kemerdekaan yang dilupakan oleh bangsa ini... Alhamdulillah aku diberi tiga orang kakak yang hebat, meski yang satu sudah tiada, Arwan Rifai,Calon Doktor, ayah dari 3 anak yang mirip denganku (hoho), Cia, Caca dan Aar serta suami hebat untuk istrinya Elfa Roisa.. Dwi Kamaluddin (Alm), Istilamah Laili, seorang wanita lembut dan tegar, istri dari Masbaroto dan ibu dari dua anak (yang hampir kembar dan lagi-lagi mirip dengaku.. hoho), Ariq dan Nida.. Alhamdulillah aku dulu sekolah di TK Muhajirin sehingga aku bisa piknik ke Jurug.. Alhamdulillah aku dulu bersekolah di Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah Dimoro, sehingga aku lulus dengan nilai terbaik waktu itu.. Alhamdulillah aku dulu bisa bersekolah di SLTP AL Islam 1 Surakarta yang tiap hari jumat liburnya, dan bisa kenal teman-teman hebatku saat ini... Alhamdulillah aku pernah bersekolah di MAN 1 Surakarta, lokasi dekat pekuburan, setiap saat bisa ingat dengan kematian, dan lagi-lagi mendapat penghargaan dengan nilai terbaik, serta pernah jadi siswa teladan tingkat kota.. Alhamdulillah aku bisa kuliah di Psikologi UMS, tempat kuliahnya orang-orang hebat untuk belajar tentang manusia.. Alhamdulillah aku lulusnya lima tahun, sehingga aku dapat memberikan tempat terbaik untuk orangtuaku saat wisuda.. Alhamdulillah aku menikah di usia 21 tahun, sehingga aku paham lebih awal tentang kehidupan daripada teman-teman yang lain.. Alhamdulillah aku dikaruniai seorang suami yang selalu memberikan kesempatan kepadaku untuk bisa lebih dekat kepada Allah.. Alhamdulillah aku pernah mengalami masa-masa sulit kehidupan penuh dengan tanggungan dan cobaan sehingga aku semakin kuat dan tegar.. Alhamdulillah aku pernah ditemukan dengan orang-orang hebat di masa kini.. Alhamdulillah aku bisa ketemu dengan idola-idolaku.. Alhamdulillah aku bisa belajar banyak dari mereka.. Alhamdulillah aku dikaruniai guru-guru hebat, ponakan-ponakan lucu dan cerdas.. Alhamdulillah dua anakku sungguh luar biasa, sudah kembar dan terus memberikanku kesempatan untuk bisa menjadi ibu yang baik untuk mereka.. Alhamdulillah aku masih bisa ngambil kuliah S2 lagi.. Alhamdulillah, kuliahku rada molor, tapi aku bisa lebih dekat lagi dengan anak-anakku, aku ciptakan program toilet training hingga massage bayi penuh dengan shalawat.. Alhamdulillah punya banyak guru Hebat di kampus.. Alhamdulillah satu persatu tanggunganku bisa kuselesaikan.. Alhamdulillah beberapa kali gagal dalam usaha, tapi itu akan membuatku berhasil menemukan pola yang tepat untuk usahaku berikutnya... Alhamdulillah rumahku masih ikut orangtuaku di Telukan, sehingga aku merasa masih dekat dengan mereka.. Alhamduliilah aku pun dikenalkan dengan ilmu kepribadian yang luar biasa, its all about STIFIn, Mba Emma, Mas Jodhy, dan Pak Farid Poniman.. Alhamdulillahnya lagi, aku jadi lebih tahu tentang kehidupan.. Alhamdulillah aku pernah dimarahi orang di depan umum, aku belajar lagi untuk bersabar dan bersikap... Alhamdulillah aku pernah gagal dalam ujian, hingga aku tahu mana yang harus diluruskan... Alhamdulillah aku pernah gak bisa bayar tanggungan, tp dari sana aku belajar untuk bisa mendapatkan lebih banyak peluang.. Alhamdulillah, aku bersyukur bisa nonton tayangannya ustadz Yusuf Mansur dua tahun terakhir, hingga aku menyadari masalahku bukan masalah yang sebenarnya.. masalahku adalah saat aku jauh dari Allah.. dan aku bisa mengubah apa yang terjadi bisa semakin mendekatkan diri pada Allah.. Alhamdulillah beberapa kerjaanku pun belum selesai, tapi aku bisa belajar bahwa setiap kerjaan punya cara uniknya masing-masing untuk bisa diselesaikan.. Alhamdulillah aku dulu tidak jadi masuk sekolah penerbang, sehingga sekarang aku bisa menjadi seorang calon psikolog.. Alhamdulillahnya, aku masih tinggal di Solo, kota paling nyaman sejawa, hingga kemana-mana gampang naik motor.. Alhamdulillah, aku jual hape androidku, dengan begitu aku makin dekat dengan Allahku.. Alhamdulillah, sekarang lagi sakit flu, dengan demikian aku bisa menemukan teknik psikologis untuk meredakannya.. Alhamdulillah, masih bisa makan nasi.. di luar sana entah berapa juta orang yang perlu bersusah payah untuk ngedapetin makanan.. Alhamdulillah, masih bisa diijinin beli susu buat anak, meski uang tinggal dua ribu.. Alhamdulillah, masih ada bensin untuk pagi ini.. Alhamdulillah...... aku masih bisa bernafas hingga detik ini... 

Fabiayyi aaalaai rabikumaaa tukadziibaaannn... 31 kali engkau sebutkan... 

Faghfirlii ya Rabb, 

ampuni aku atas ketidak bersyukuranku selama ini.. betapa Engkau masih menyayangiku hingga aku tersadar di pagi ini, Engkau sangaaaatt mencintaiku... Ijinkan aku untuk bisa membawaMu di setiap hembusan nafasku ya Rabb, di setiap fikirku, di setiap lakuku... only YOU, ALLAH, hanya kepadaMu aku bergantung, dan hanya kepadaMu aku memohon pertolongan... 

LOP YOU PULL ALLAH... :D

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sifat Negatif itu Masih Diperlukan

Primbon Jawa

Anak-anakku, Dunia Mainmu adalah Bersamaku