Nice Home Work #4 Mendidik dengan Fitrah

Sungguh panjang dan lebar untuk NHW#4 kali ini, betapa tidak? Kita diminta untuk mereview dan mengulas ulang kembali tugas-tugas sebelumnya. Wow, saya ngebayangin gimana proses belajarnya bu Septi sebagai foundernya IIP. Pastilah beliau mengerjakan dengan sangat luar biasa juga. Hmm, jadi orang hebat dan naik kelas itu butuh perjuangan. Yess, singsingkan lengan baju. Mari kerjakan :)

NHW#1 bisa dicek di  NHW#1: Ya, saya masih tetap ingin melanjutkan cita-cita di jurusan yang berkaitan dengan Keuangan. Jurusan ini membuat saya sangat bergairah menjalani kehidupan. Biarlah kata orang Saya matre, tetapi dari kematrean itu saya mampu mengukur diri saya untuk dapat berbuat lebih banyak untuk diri, keluarga dan masyarakat. Bangun mesjid, butuh dana, bangun pesantren atau panti asuhan juga butuh dana. Hmmm, jadi bisa memahami kan kematrean saya ini kenapa? :D

NHW#2:  checklist harian masih kurang DISIPLIN. Hmmm, Memantaskan diri untuk mendapatkan yang lebih baik. Tekad tekad tekad, lakukan.

NHW#3 : Ya, sudah terbayang di benak, apa maksud Allah saya menjadi anak dari ibu yang #Intuitingekstrovert dan bapak yang #Sensingekstrovert. Saya menjadi adik dari kakak-kakak #Feelingekstrovert. Saya mendapatkan suami #Thingkingekstrovert yang sangat Thinking (golongan darahnya A), anak-anak kembar  #Sensingekstrovert yang sama-sama sangat Sensing sekali (golongan darah AB) dan seorang anak perempuan #Feelingintrovert yang sangat Feeling sekali. Dudududu, Saya jadi lebih memahami pola-pola yang terjadi di keluarga saya ini. Saya telah ditempa oleh mentor terbaik saya untuk menempuh riak kehidupan ini. Saya telah dikuatkan oleh bapak untuk dapat tetap kuat menghadapi hidup. Saya didukung sepenuhnya oleh kakak-kakak saya untuk pilihan apapun yang saya tekuni. Saya bertugas mendukung suami saya. Saya bertugas menguatkan pribadi anak-anak kembar saya, dan saya menjadi partner terbaik dari anak perempuan saya. Hmm, pada bingung ya dengan penjelasan ini? Hehe.. Dalam konsep STIFIn, ada hubungan segilima yang secara alami saling menguatkan,saling mendukung dan saling mengalahkan. Begitu adanya hidup ini.
Peran saya di masyarakat adalah sebagai seorang yang dermawan, baik dari segi materiil maupun moril.

Nah, untuk itu, Saya ingin mendalami keilmuan , tahapannya
1. Bunda Sayang : belajar ilmu mendidik anak, terutama kekuatan kemandirian finansial anak
2. Bunda cekatan: mengasah kemampuan kerumahtanggaan, menyelesaikan tugas-tugas rumah tangga ketika anak tertidur.
3. Bunda produktif: menulis dan berbagi ilmu, harta dan tenaga. Melalui organisasi Nasyiatul Aisyiyah dan usaha yang sedang dirintis. Happina Projects.
4. Bunda saleha : ikut workshop dan seminar pengembangan diri, ikut sosialisasi bidang sosial kemasyarakatan.

Titik Nol KM saya mulai dari hari Jumat, 17 Februari 2017. hari baik,berkah untuk memulai kegiatan. Review NHW#2 saya ini saya nambahin dikit aja ;

a. Sebagai individu, saya mampu untuk menegakkan syariat agama Islam dengan sebaik-baiknya.
  • Sholat di awal waktu dengan diawali sholat sunnah Rawatib dan diakhiri dengan shalat Sunnah Rawatib pula. 
  • Saya tekun menjalaninya, dengan disertai shalat Dhuha, dan tahajud setiap harinya.
  • Saya mampu menyelesaikan bacaan Qur'an minimal 1/2 juz setiap hari.
  • Saya mampu menjalani puasa sunnah minimal 1 hari dalam 1 minggu.
  • Saya mampu membaca terjemahan al qur'an minimal 1 lembar setiap harinya.
  • Saya mampu bersedekah setiap hari
  • Saya mampu menyelesaikan pekerjaanyang berkaitan dengan karir saya tepat waktu, tanpa mengurangi waktu bersama keluarga.
b. Sebagai istri, saya mampu untuk menyediakan keperluan suami saya dengan sebaik-baiknya. Sedia teh dan camilan setiap pagi, jemuran dan setrikaan bisa selesai kala suami dan anak-anak masih tidur. Minimal satu bulan dua kali saya melakukan perawatan. Iya dongs... hehe
c. Sebagai ibu, setiap hari saya bisa mendampingi tumbuh kembang anak-anak, memantau dan menstimulasi keterlambatan mereka. Minimal sehari setengah jam untuk masing-masing anak, saya memijat mereka.

d. Sebagai pengembangan diri, saya mampu membaca 1 buku terkait Keuangan dan mereviewnya di blog. Saya meluangkan waktu untuk urusan kuliah minimal 1 jam perhari. Saya membagi ilmu minimal 3 kali seminggu. saya mendapat klien minimal 5 klien seminggu. 

10.000 hours starts from now 07.05 at Februari 17,2017.

Be a happy Mom ^-^


NIce Home Work (3)

Membangun Peradaban dari Rumah. Lagi-lagi, tugas dari kuliah Matrikulasi IIP ini bikin ketir di lidah. Hehehe. Meski belum memberikan surat cintaku untuk ayahnya anak-anak, tapi hanya dengan menuliskannya itu sudah membuatku sedikit lega, tentang perasaan yang ada. halah. Oke,sambil menunggu respon suami,karena ia sudah berangkat kerja sejak setelah subuh tadi. Sedikit cuplikan dari surat berupa puisi yang kutau dari tahun 2005,jauh sebelum mengenal suami. Puisi ini menginspirasi tentang sosok suami idaman kala itu. 

       I do not love you as if you were salt-rose, or topaz,
       or the arrow of carnations the fire shoots off.
I love you as certain dark things are to be loved,
in secret, between the shadow and the soul.
I love you as the plant that never blooms
but carries in itself the light of hidden flowers;
thanks to your love a certain solid fragrance,
risen from the earth, lives darkly in my body.
I love you without knowing how, or when, or from where.
I love you straightforwardly, without complexities or pride;
so I love you because I know no other way
than this: where I does not exist, nor you,
so close that your hand on my chest is my hand, so close that your eyes close as I fall asleep
(Soneta 17, Pablo Neruda)

Nah,sambil menunggu kabar darinya .. Coba dikerjakan dulu untuk tugas ke dua, tiga dan empat.

Potensi anak-anakku, 
Alhamdulillaah bisa mengenal ilmu psikologi dan turunannya, sehingga membantuku untuk dapat memahami kondisi anak-anak. Terlebih sejak kenal dan belajar lebih mendalam tentang tes STIFIn (untuk yang ini, baca postingan sebelumnya :D ). Anak-anak kembarku memiliki bakat genetik yang sama, mereka bertipe #Sensingekstrovert. Ketika kuobservasi memang, aktivitas fisiknya luar biasa. Seperti baterei yang gak abis-abis. Mereka juga seneng dengan aktivitas jualan. Untuk potensinya ini, kami sengaja menyekolahkan mereka di Sekolah Alam Bengawan Solo (www.sd.sabs.sch.id). Sekolah ini mampu mengakomodir kebutuhan gerak mereka dan mentor-mentor yang kreatif dapat membantu mengatasi kelemahan mereka di bidang inovasi, sehingga secara gak langsung wawasan mereka bertambah. Yang kecil, meski baru berusia 17 bulan, tapi sudah kelihatan bakat alamiahnya. Si cantik ternyata bertipe #Feelingintrovert. Ia termasuk anak yang mudah bergaul dengan banyak orang. Suka bercanda dan senang belajar. Hehe. Terlihat saat diajak ke sekolah kakak atau pas TPA, dia seneng pegang buku dan pensil lalu berlagak ikut-ikutan nulis. Emaknya nih sering-sering ngajakin aktivitas sosial,biar makin terasah kepekaan sosialnya. 
Hmm, beda anak beda perlakuan, meski dasar alamiah yang harus dikuasai juga perlu diajarkan. 

Potensi diri ini, hmmmmm,,,,,,,,,

Aku merasa potensi diriku adalah banyak gerak seperti anak kembarku. Hehehe, Mereka seolah menjadi cerminanku di masa kecil. Aku mampu untuk melentingkan diri di situasi yang sulit. Tidak ingin merepotkan oranglain, kalau bisa dikerjakan sendiri, dikerjakan sendiri. Mandiri dan mampu mengerjakan banyak hal dalam satu waktu. Hehehe. Pergaulan cukup luas, alhamdulillah bisa diterima di berbagai kalangan, meski terkadang terselip minder jika berada di lingkungan yang ebih "Wah"di atasku.Hiks..... Semangat juang, pengen lulus S2 nya trus bisa mengajak anak-anak dan suami menginjakkan kaki untuk belajar di luar negeri. Mumpung masih di usia di bawah 35. hehe.. Bismillaah deh.. ada jalan.. 

Tantangan dari lingkungan adalah di keluarga besar di luar keluarga kecil. Banyak yang meragukan keputusan kami menyekolahkan anak-anak kami di Sekolah Alam. Gek belajar apa, bla bla bla. 
Seolah kami membiarkan anak-anak kami tumbuh menjadi anak-anak yang tak terurus dan liar. Gimana enggak, tubuh mereka jadi kurus, dan badan menghitam. Xixixi. insyaAllah,kami berupaya agar anak-anak kami tetap sehat, memperhatikan asupan gizi dan vitaminnya. Terus juga masalah keuangan. Hehehe,Tentu uang bukan segalanya, tetapi tidak dapat dipungkiri, uang mampu menyediakan segalanya. Kondisi keuangan kami masih recovery, hehe,, sebagai sesama wiraswastawan, semoga selalu ada jalan untuk kebutuhan dan keinginan kami untuk dapat mewujudkan mimpi-mimpi kami. aaamiin.

Be Happy ^-^


Menjadi Ibu, Profesi Seumur Hidup

Bersyukurnya saya, dipilih oleh Allah untuk menjadi ibu dari tiga orang anak yang luar biasa aktifnya. Merekalah sumber belajar saya untuk bisa menjadi lebih baik. Hal-hal buruk yang terjadi pada diri mereka,merupakan representasi dari  kelakuan ayah ibunya. Seperti malam tadi. Si kecil terbangun dan terlihat menggigil. kupegang dahinya, demam. Memohon ampun pada Allah atas kelalaian dari menjaga anak-anak. Akhir-akhir ini memang kehidupan agak terburu-buru.Sangat terburu-buru malah.seolah khawatir tidak terkejar. Hmmm.., Sifat menunda-nunda ini harus segera terhapuskan. Segera menyusun to list harian, mingguan yang sesuai dengan prioritas dan visi misi kehidupan. Kadang rasanya ingin melambaikan tangan. Kadang,merasa seperti wonder women yang bisa mengerjakan banyak hal dalam satu waktu. 
Si kembar pun juga terbatuk-batuk. Kecapekan dan minum es hanyalah faktorpemicu. Namun,kedalaman hati dan perasaan ibulah yang membuat mereka jadi rentan. Baiklah,wahai ibu,mari rileks sejenak. Perbaiki kualitas komunikasi dengan pasangan. Sampaikan kelelhanmu dengan cara yang santun. Lepaskan emosimu dengan gaya yang salihah. Ehem... 

inhale.... exhale.... inhale ... exhale...

Be Happy^_^