Postingan

Busy Week

Gambar
Pagi-pagi tadi (hari Sabtu lalu) meskipun hari libur buat si kembar, nyatanya malah membuat si adik geger. Geger karena dia khawatir bila disekolahkan. Hehehe..
Akhirnya, aku meminta azzam untuk menemani adiknya dirumah, karena adiknya maunya sama kakak.. setengah cemberut, diapun mengiyakan,karena sudah dijanjiin hal tertentu entah apa sama bapaknya.. huhu..
Hasilnya, anak satunya, Azmilah yang ikut ibuk.. xixi.. Trus, hari Ahadnya, kita putuskan untuk di rumah saja... Hihi.. Menikmati hari libur bersama, ngobrol sana sini... Masuk Hari Senin pagi, ya Allah rempong sangat karena Azzam minta jualan cilok,Azmi es Teh.. rempong karena pagi2 harus kluthekan.. wkwk.. oh jadi gini ya rasanya jadi penuual atengan alias makanan jadi...
Azzam, sedikit demi sedikit kamu mulai paham tanggung jawabmu.. maafkan ibuk bila tak bisa memberimu kasih full seperti kepada adik2mu, tapi ibuk terus berusaha nak... :*
Luvvv

Masih ada Bentakan

Gambar
Duh, ketika selepas Magrib, setelah rutinitas mengaji yang telah kami bina, kami pun gojekan alias bercandaan. Dan, gara-gara aku mbalesin pesan di hape, aku pun lalai dengan anak-anak. Bapaknya yang tiduran di kasur atas, juga tidak begitu memperhatikan anak-anak.
Kejadian yang terjadi adalah, Azzam berusaha membangunkan adiknya agar duduk ketika makan, tapi dengan memelintir kepalanya. Sontak, aku teriak dan Azzam pun kaget, dengan mbrebes mili sambil ngglendot di pangkuanku. Segera aku minta maaf padanya dan menjelaskan bahwa ibu ngebentak suara agak keras karena ibu takut, maksud kakak baik, tapi caranya belum bener...
Kakak mau membangunkan adik agar mau duduk kalau makan, nah, tadi kakak pegang lehernya, itu kalau adik sakit, coba kalau kakak digituin... Hmmm
Dia masih agak terisak, dan meringsut ke bantalnya. Ku peluk dia, tapi dia enggan, berusaha menarik diri dariku. Ya sudah, kubiarkan dia tenang sendiri dulu.. Eh, bener, tak berapa lama, dia pun gojek lagi dengan adiknya.
A…

Jokowi Mantu

Gambar
Perubahan itu nggak bisa instan, seinstan-instannya perubahan, faktor keberlangsungan harus tetap dijaga. Dalam fase ini, anakku Azzam sudah mulai berubah. Tugas kami sebagai orangtua adalah membuat perubahan baiknya untuk jadi kontinyu...
Ya, kemarin selepas pulang, ia dengan suka hati meminta makan nasi goreng. Kubuatkan nasi goreng untuk kami sekeluarga. Alhamdulillah, ia mau makan sendiri dan ludesss...
Selanjutnya adalah shalat Magrib, hmm, mungkin memang caranya komunikasi kami yang belum konsisten. Ia memilih shalat sendiri. Kami berjamaah. Dan ketika shalat kami belum selesai,ku dengar ia sedamg menghafal surat an Naba..
Baik, pe er selanjutnya adalah membuatnya bisa dan mau untuk berbagi cerita. Dan kami memilih bermain catur. Sembari main catur, banyak cerita yang keluar dari mulutnya.
Wah, nak pengalamanmu liat Jokowi Mantu semoga bisa menjadikanmu punya mimpi untuk bermanfaat bagi sebanyak2 orang, sehingga banyak orang yang akan merasakan kehadiranmu.
Luvvvv... 😘😘

Ngaji dulu kak..

Gambar
Pada prinsipnya, anak akan melihat bagaimana perilaku orangtuanya. Ya. Keteladanan. Akhir-akhir ini memang aku kurang  banyak memberi teladan terutama hal ngaji. Lha gmn mau ngaji, baru baca sebentar, si kecil cantik sudah meminta Qur'annya dan membuka2 lembaran lainnya.
Selepas Sholat magrib semalem, alhamdulillah sekarang ini sudah bisa lepas tipi tiap waktu sholat. Nah, ku ambil Qur'an dan duduk njejeri amal ganteng. Ia pun jadi ikut mengaji,hafalan surat an Naba.. alhamdulillah, tiga ayat secara berulang dia sudah hafal.
Ah awalan yang bagus... Nanti lagi ya le.. ngaji dikit tapi rutin...
Luvvv... 😍😍

Bapaknya yang Masih Berkuasa

Gambar
Hihi, judulnya diktator banget yah. Padahal gak gitu-gitu banget... Kemaren sepulang mereka sekolah, Azzam cerita kalau jaket sweaternya belum ketemu. Aku mencoba menenangkan,gakpapa, jaket di Sabs mah kalau ilang nanti kembali lagi, yang penting kamu sudah memcari, sudah berusaha. Dia pun mengangguk.
Dan yang paling rempong setelah pualng sekolah adalah, membuatnya segera mandi agar kotoran-kotoran yang menempel di tubuh bisa hilang, tinggal istirahat dan belajar.
Hmmm, Azzam ndang mandi.. oke gak berhasil, pilih bermaim.
Nunggu ayah ajalah...
Dan benar, di tengah hujan deras, ayahnya pulang menjelang Magrib. Dan, begitu ayahnya mengeluarkan instruksi, ayo ndang mandi... Njruntul njruntul, dua anak ini langsung ambil baju ganti dan kemudian ke kamar mandi untuk mandi.
Duh, masih efektif bapaknya jebul 😂😂
Belajar belajar lagi lah sama bapaknya..

Masih seperti Azzam

Gambar
Duh nak, dua hari kemaren liburmu mungkin tidak seperti keluarga-keluarga lain yang bisa jalan-jalan mengunjungi banyak tempat. Ayahmu yang lebih suka di rumah kalau libur, dan emak harus menyelesaikan pekerjaan rumah yang masih berkutat soal jemuran 😂
Dan kamu menerima keadaan ini, meski kamu masih belum bisa gage , ndang ndang, alias cepet-cepet untuk melakukan kewajibanmu. Mandi, makan dan bebenah tempat tidur.
Azzam, seperti namamu, teguh pendirian. Selalu saja ada alasan buatmu untuk menunda pekerjaan. Mencoba untuk terus berkomunikasi efektif denganmu, tidak dengan ngomel atau sambil mengerjakan aktivitas lain. Emak jadi semakin mawas diri, eh, udah mulai marah-marah, emak langsung duduk pengen nangis tapi juga sambil ketawa... Hihi...
Nak, pagi ini kamu diminta untuk memakai seragam merah putih. Agak enggan, dan berlama, tapi pagi ini kami berhasil meyakinkanmu bahwa itu baik buatmum. Ehm...
Luvvvvv... 😘

Belum cerita sudah tidur :D

Gambar
Kemarin merupakan aktivitas yang melelahkan buat Azzam. Betapa tidak, berjalan semalaman menyusuri sungai Bengawan Solo bersama teman-temannya. Kami menjemputnya jam 8.30. Saat kami jemput, ia sudah selesai sarapan pagi dan sedang bermain ayunan dengan temannya.
Kudekati Azzam, posisi tubuhku kubungkukkan sedikit, Azzam, ayo pulang, sudah mandi ? Ia menggeleng. Sudah makan ? Udah. Lalu, ia ambil tas dan barang-barang lainnya.
Ku tanyakan kembali, Azmi (kembarannya) mana ? Lagi ng*sing 😂 Oalah le, saking betahnya di sekolah, bisa buang air besar... Hehe..
Aku tidak bertanya lagi, ku biarkan ia untuk mengumpulkan barang-barang pribadinya dan dimasukkan ke mobil. Setelah Azmi selesai dari hajatnya, kami pun berpamitan kepada pihak sekolah. Di dalam mobil, sang ayah menanyai, habis jalan malam, kalian jadi makin apa le ?
Capek... Hehe.. trus apa lagi ? Jadi lebih berani gak ? He e.. kupuji mereka... Wuaa hebat.... Dan tak lama, Azzam memejamkan mata, disusul Azmi, hingga sampai rumah, Az…